#ayam#kebutuhanpokok

Pedagang di Bandar Lampung Tutup Lapak Akibat Harga Ayam Potong Tinggi

Pedagang di Bandar Lampung Tutup Lapak Akibat Harga Ayam Potong Tinggi
Pedagang ayam potong di Pasar Kangkung menutup lapaknya, Jumat, 14 Januari 2022. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pedagang daging ayam di Kota Bandar Lampung terpaksa tidak membuka lapak dagangannya akibat stok ayam yang terbatas serta harga ayam potong melambung tinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional di https://hargapangan.id periode 1 Desember 2021 sampai 14 Januari 2022 harga ayam terus merangkak naik. Di Provinsi Lampung, harga ayam mulai Rp32.850/kg saat ini menjadi Rp38.100/kg.

Pedagang ayam potong di Pasar Kangkung, Heru, mengatakan saat ini harga ayam melambung tinggi. Beberapa pedagang ayam di Bandar Lampung juga menutup usahanya sementara sampai waktu yang tidak ditentukan menuntut harga ayam kembali stabil.

"Ini ada juga stok daging kemarin. Harga ayam melambung. Saat ini sampai Rp30 ribu sebelumnya Rp25 ribu. Gak tau juga kenapa naik, katanya mah karena pasokan ayam berkurang makanya harga naik. Pembelinya juga biasa aja gak rame-rame amat," katanya, Jumat, 14 Januari 2022.

Baca juga: Harga Daging Ayam di Bandar Lampung Terkerek hingga Rp50 Ribu/Ekor

Begitupun disampaikan Pedagang Ayam di Gudang Lelang, Suradi. Dia melanjutkan pedagang ayam kompak pada libur karena stok ayamnya kosong. Ia pun belum bisa memastikan kapan akan kembali berjualan ayam potong.

"Saat ini harga ayam ukuran kecil harganya Rp32 ribu/kg. Bingung juga kami mau jual berapa. Kalau harga modalnya udah tinggi. Normalnya harga ayam itu dihargai Rp23 ribu sampai Rp24 ribu/kg," katanya.

Pedagang Ayam di Pasir Gintung, Lilis, mengatakan seluruh pedagang ayam tutup karena stoknya kosong dari bosnya. Ia mengatakan harga kandang ayam saat ini sudah mencapai Rp32 ribu. 

"Kami pengin harga turun. Beberapa kali harga naik terus tiap harinya," ujar Lilis. 

Di sisi lain, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan pihaknya bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan turun melihat harga komoditi mana saja yang naik tinggi. Apalagi harga ini naik di seluruh Indonesia.

"Kemarin bunda udah lihat. Minggu ini kami akan turun lagi ke lapangan. Semua OPD akan turun. Semua akan kami bagi tim agar kami bisa lihat mana harga yang tinggi sekali. Kalau ada harga yang tidak sesuai, maka kami sesuaikan," katanya. 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait