#beritalampung#beritabandarlampung#lampungfair

Pedagang dan Pengunjung Lampung Fair Keluhkan Bau Tak Sedap dari Parit

Pedagang dan Pengunjung Lampung Fair Keluhkan Bau Tak Sedap dari Parit
Kondisi parit yang ada di belakang cluster D Lampung Fair 2022 mengeluarkan aroma tidak sedap dan dikeluhkan pedagang. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co): Pedagang dan pengunjung di Lampung Fair 2022 mengeluhkan adanya bau tak sedap yang timbul dari parit sekitar cluster D. Mirisnya, parit itu letaknya di sekitar stand atau lapak penjual makanan.

Salah satu pedagang di cluster D, Ilham mengatakan pelanggan yang mendatangi stan makanan yang dijualnya kerap tak jadi membeli karena aroma tak sedap yang keluar dari parit belakang.

"Paritnya ini tidak dibersihkan sejak hari pertama, baru dibersihkan kemarin (6 November 2022) dan itu juga karena pedagang disini banyak yang protes," kata dia, Senin, 7 November 2022.

Ilham mengatakan untuk mengatasi bau itu, Ia menutup parit menggunakan terpal yang dibeli dengan uang pribadi. Namun nyatanya terpal itu tidak terlalu mengurangi bau, sebab kondisi parit yang tidak mengalir.

Baca juga:  Perajin Tempe Sebut Stok Subsidi Kedelai Masih Aman

"Saya tutup dibagian belakang tenda jualan saya, tapi kanan kiri masih terbuka jadinya ya baunya masih tercium. Itu parit tidak mengalir, ya wajar kalau bau karena pedagang-pedagang seafood, steamboat juga buang sisa air ke parit," ujarnya.

Selain parit yang bau, tidak adanya tempat sampah yang disediakan juga menjadi alasan mengapa pengunjung akhirnya membuang sampah sembarangan di jalan juga di parit.

"Saya pernah kasih trash bag di depan tenda, ternyata penuh sama sampah pengunjung yang lewat. Jadi ya saya nggak pasang lagi, harusnya yang sedia panitianya. Kami bayar tenda di cluster D Rp15 juta sudah termasuk biaya kebersihan," kata Ilham.

Menurut Ilham, Lampung Fair 2022 merupakan gelaran pameran terburuk yang pernah terlaksana. Sebab, banyak sekali keluhan yang dirasakan baik pedagang maupun pengunjung.

"Dari masalah sampah, parit bau, pedagang liar, sampai sepinya pembeli. Belum lagi pengaturan stan yang terkesan tidak matang persiapannya," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait