#Covid-19lampung#beritalampung

Pedagang Ayam Keluhkan Sepinya Pembeli selama PPKM

Pedagang Ayam Keluhkan Sepinya Pembeli selama PPKM
Pedagang Daging Ayam di Pasar Pasir Gintung, Lilis, di lapaknya, Jumat, 23 Juli 2021. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pedagang daging ayam broiler di Bandar Lampung mengeluhkan sepinya pembeli di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 

Salah satu pedagang ayam di Pasar Gintung, Lilis (65), mengatakan saat ini sepi pembeli, karena dampak PPKM. Sebab, membuat banyaknya penyekatan di beberapa tempat, pembatasan mobilitas, pembatasan operasional tempat makan, warung makan, dan angkringan.

"Harga naik turun, sekarang daging ayam kecil harganya Rp24 ribu per ekor dan yang besar harganya Rp35 ribu per ekor," kata Lilis, Jumat, 23 Juli 2021.

Dengan dibatasinya kegiatan warung makan saat ini, membuat penjualannya menjadi turun tajam. Sebab, pada hari biasanya yang membuat ramai pembeli adalah dari usaha warung makan kaki lima.

Dengan kondisi itu, dia mengaku belum pernah mendapatkan bantuan sosial usaha pedagang kecil di masa pandemi ini. "Waktu itu RT pernah minta fotocopy KTP, tapi nggak ada bantuan yang dateng ke rumah," kata warga Langkapura Bandar Lampung itu. 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait