#pecahkaca

Pecahkan Kaca Mobil, Pencuri Bawa Kabur Uang Rp230 Juta

( kata)
Pecahkan Kaca Mobil, Pencuri Bawa Kabur Uang Rp230 Juta
Mobil korban aksi pecah kaca di depan Toko RCTI, Kampung Dwiwarga Tunggaljaya, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang.Dok.

Menggala (Lampost.co) -- Nasib malang menimpa Mahmud Syaripudin (40), warga Tiyuh Bangunjaya, Kecamatan Gunungagung, Tulangbawang Barat, yang menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca. Kejadian terjadi di wilayah Pasar Unit II, Kampung Dwiwarga Tunggaljaya, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang, Rabu, 3 Juni 2020.

Akibat kejadian tersebut, uang senilai Rp230 juta yang baru diambil di salah satu bank swasta dan hendak digunakan untuk usaha raib digondol pencuri. Pelaku memecahkan kaca samping sopir mobil Innova silver B-7487-VJ dan mengambil uang tunai yang diletakkan korban di kursi depan penumpang.

Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin menjelaskan peristiwa yang menimpa Mahmud Syaripudin terjadi sekitar pukul 14.45 WIB, tepat di depan Toko RCTI Kampung Dwiwarga Tunggaljaya. Korban baru saja usai mengambil uang tunai di salah satu bank swasta.

Namun ketika hendak kembali ke rumah, kata Rahmin, korban mampir di salah satu toko yang ada lokasi kejadian, lantaran hendak membeli dongkrak mobil. Berselang beberapa meter dari lokasi parkir mobil, tiba-tiba korban mendengar suara kaca pecah dan langsung bergegas menghampiri ke arah mobilnya.

"Saat korban sampai di toko yang lebih kurang jaraknya 10 meter dari tempat mobil diparkir mendengar suara kaca pecah lalu spontan menengok ke arah mobil dan melihat kaca depan sebelah kanan sudah pecah. Uang yang disimpan dalam tas punggung warna cokelat telah hilang," kata Rahmin kepada Lampost.co, Rabu malam, 3 Juni 2020.

Kapolsek menyatakan akibat kejadian tersebut korban kehilangan uang tunai Rp230 juta dengan perincian uang pecahan Rp100 ribu senilai Rp200 juta dan pecahan Rp50 ribu serta pecahan Rp10 ribu senilai Rp30 juta.

"Korban sudah melapor ke mapolsek. Dan saat ini masih dalam penyelidikan untuk memburu pelaku," ujar dia.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar