#politik

PDIP dan Gerindra Terbuka Sambut Kader Baru

PDIP dan Gerindra Terbuka Sambut Kader Baru
Partai politik. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) – Sejumlah tokoh non partai di Lampung ramai bergabung ke partai politik sejak akhir 2021. Kader-kader baru itu banyak masuk ke NasDem, Demokrat, dan PAN.

Sementara itu, atas hal tersebut, DPD PDI Perjuangan (PDIP) Lampung, menyebutkan partainya terbuka untuk seluruh kalangan.

"Kami buka pendaftaran kader dinyatakan dengan KTA dengan mudah, online sistem bisa, mengirim KTP dan pas foto saja sudah bisa," ujar Sekretaris DPD PDIP Lampung, Sutono, Minggu, 6 Februari 2022.

Namun, pihaknya tidak membujuk tokoh atau politikus lain untuk bergabung. "Jika tertarik dengan konsep dan pemikiran PDIP, silahkan bergabung. PDIP prinsipnya lebih memasarkan program-program yang turun ke bawah," kata mantan Sekretaris Provinsi Lampung itu.

Menurutnya, PDIP selalu mengedepankan konsolidasi internal dengan tujuan membentuk kader partai militan, berdaya juang, berideologi, dan dekat dengan rakyat.

"Kami punya diklat (kaderisasi) pratama, muda, dan madya. Bahkan ada juga bedah buku, kader baru juga ada yang masuk, tapi enggak perlu launching," paparnya.

Senada, DPD Gerindra Lampung juga menyebut partainya sebagai partai yang terbuka ke seluruh kalangan, seperti milenial, politisi senior, akademisi, dan purnawirawan.

"Makin banyak yang bergabung tambah bagus, berarti diapresiasi dan dihargai orang. Siapa pun kami welcome," ujar Sekretaris DPD Gerindra Lampung, Pattimura Danial.

Namun, Gerindra tidak memaparkan atau mengumumkan adanya kader baru yang bergabung. Sebab, hal tersebut kewenangan DPP. "Itu harus ada SK, valid, dan semua dari DPP," katanya.

Pengamat Politik Unila, Darmawan Purba, menyebut politik di Indonesia sedikit memiliki corak ketokohan, dan tokoh sangat berpengaruh untuk menarik dukungan masyarakat.

Sehingga partai yang giat merekrut banyak tokoh belakangan berpotensi mendulang dukungan signifikan. Namun, partai yang urung merekrut calon kader dengan ketokohan itu pun tidak terlalu terimbas, asal dengan beberapa upaya.

Syaratnya, partai bisa memetakan kadernya dan mewakili berbagai segmen pemilih, baik tua dan muda, keterwakilan perempuan, etnis, sosialisasi yang mumpuni, dan penataan manajerial partai mumpuni.

"Partai nantinya pasti punya pemilih dengan loyalitas, sikap dan perilaku masyarakat juga memilih partai berdasarkan kinerja," katanya.

Dia menilai, partai yang memiliki ideologi kuat, penataan organisasi yang baik, hingga jenjang kader yang baik itu ada pada PDIP dan PKS. "Pemilih setianya paling banyak dua partai itu," kata dia. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait