#pdam#perumdam

PDAM Tirta Jasa Siap Berubah Menjadi Perumdam

PDAM Tirta Jasa Siap Berubah Menjadi Perumdam
PDAM Tirta Jasa Lampung Selatan siap berubah menjadi Perumdam. (Foto:Dok.Lampost)


Kalianda (Lampost.co) -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtajasa Kabupaten Lampung Selatan, siap  berevolusi menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam).

Direktur PDAM Tirta Jasa Kabupaten Lampung Selatan Rudi Apriyadi,  mengatakan pihaknya kini sudah menyiapkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) dan naskah akademik yang mengandeng pihak dari Universitas Lampung (Unila).

"Ini sudah kita ajukan ke Bagian Hukum Setkab Lampung Selatan. Informasinya, sudah masuk dalam program pembentukan peraturan daerah (Propamperda),"ujarnya, belum lama ini.

Dia  berharap, Ranperda itu dapat dinaikkan ke DPRD pada akhir tahun 2022 ini. Sehingga pada awal tahun 2023, sudah ada pembahasan di tingkat DPRD Lampung Selatan.

Dijelaskan, perubahan nomenklatur salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Lampung Selatan menjadi perusahaan umum daerah itu, berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 54/2017 tentang, Badan Usaha Milik Daerah.

Rudi menambahkan salah satu poin kenapa pihaknya siap untuk berubah nomenklatur menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam), karena melihat tren positif pada sisi pendapatan laba. Sampai dengan September 2022, sudah melebih target laba tahunan yang ditetapkan sebesar Rp301 juta.

"Target laba PDAM Tirta Jasa  tahun 2022 ini sebesar Rp301 juta. Sedangkan, pendapatan bruto (kotor, red) yang terealisasi hingga  September 2022 sudah menembus angka hampir Rp500 juta," tambahnya.

Dia menyatakan,  bagaimana pihaknya dapat memperoleh pendapatan demikian, itu karena adanya penambahan jumlah pelanggan baru dan juga efisiensi penagihan tunggakan.

"Tapi, ini pendapatan bruto, belum dihitung pajak laba dan penyusutan aset. Insya Allah, kami bisa melebihi target, karena ini baru pendapatan hingga September. Tinggal bagaimana kami bisa menjaga tren sampai akhir tahun 2022 ini," kata Rudi.

Karena kondisi tersebut, pihak PDAM bertekat untuk menjadi Perumdam, karena dalam Bab tata kelola buku dan penggunaan laba bersih ditercantum  sebesar 50 persen akan disetorkan ke kas daerah untuk anggaran pembangunan daerah (PAD). Kemudian, 50 persen lagi untuk cadangan serta dana lain-lain yang dikelola untuk Perumdam Tirta Jasa.

"Artinya, kalau kami sudah bisa mencatatkan keuntungan. Maka, berubah dari PDAM menjadi Perumdam,"katanya.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait