#viruscorona#viruskorona#paskah

Paus Fransiskus: Paskah Beri Harapan di Tengah Wabah Korona

Paus Fransiskus: Paskah Beri Harapan di Tengah Wabah Korona
Paus Fransiskus (kiri) menyampaikan homili dalam perayaan Paskah di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Sabtu 11 April 2020. (Foto: POOL/AFP / REMO CASILLI)


Vatikan (Lampost.co): Paus Fransiskus mengatakan bahwa Paskah memberikan sebuah pesan harapan di tengah "masa terkelam" masyarakat global yang saat ini tengah menghadapi pandemi virus korona (covid-19). Pesan Paskah disampaikan Fransiskus di Basilika Santo Petrus di Vatikan pada Sabtu malam.

Fransiskus menyandingkan kekhawatiran masyarakat global saat ini dengan yang dirasakan para pengikut Yesus Kristus di masa lalu.

"Mereka, seperti kita sekarang, juga melihat penderitaan dan sebuah tragedi yang terjadi begitu cepat," tutur Fransiskus, merujuk pada peristiwa penyaliban Yesus.

"Bagi mereka, dan juga kita saat ini, adalah masa terkelam," lanjutnya, dikutip dari laman TVNZ, Minggu 12 April 2020.

Misa Paskah di Basilika Santo Petrus digelar di tengah nyala lilin. Fransiskus memegang sebuah lilin panjang yang dinyalakan pemuka agama di dekatnya. Setelah itu, lampu di basilika dinyalakan sebagai penanda kegembiraan.

Saat lampu menyala, basilika terlihat begitu kosong karena orang-orang dilarang datang karena adanya pandemi covid-19. Suara langkah kaki Fransiskus bersama rombongan kecilnya begitu terdengar saat mereka bergerak menuju altar.

"Malam ini, kita telah mendapatkan hak dasar yang tidak akan pernah bisa diambil: hak untuk berharap," tutur Fransiskus.

Di tengah pandemi covid-19, Fransiskus memahami bahwa sebagian orang mungkin sulit untuk merasa optimistis. Ia menyadari bahwa secercah harapan pun rentan hilang begitu saja karena jumlah infeksi dan kematian akibat covid-19 di level global terus bertambah.

Menyebut pesan Paskah tahun ini sebagai "pesan harapan," ia meminta pemeluk agama untuk menjadi "penyampai kehidupan di tengah masa kematian."

Perayaan Paskah di banyak negara juga berlangsung sepi, namun sebagian di antaranya disiarkan langsung melalui skema livestream. Perayaan seperti ini merupakan respons atas arahan Organisasi Kesehatan Dunia yang menyarankan tidak adanya perkumpulan massa selama pandemi covid-19.

Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins hingga Minggu pagi, total infeksi covid-19 di level global telah melampaui 1,7 juta dengan lebih dari 108 ribu kematian dan 402.903 pasien sembuh.
 

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait