rasisme

Patung Pedagang Budak Inggris Dirobohkan Pedemo Antirasisme

Patung Pedagang Budak Inggris Dirobohkan Pedemo Antirasisme
Patung Edward Colston dirobohkan oleh para pedemo antirasisme di Inggris. Foto: AFP


London (Lampost.co) -- Gelombang unjuk rasa antirasisme yang dipicu kematian warga kulit hitam Amerika Serikat (AS) oleh petugas polisi kulit putih, masih meluap. Protes di Bristol, Inggris bahkan berujung pada perusakan patung terkenal.
 
Para pedemo Inggris merobohkan patung seorang pedagang budak terkenal pada Minggu 7 Juni. Patung itu kemudian dilemparkan ke pelabuhan pada protes akhir pekan mendukung keadilan untuk George Floyd.
 
Rekaman yang diambil oleh seorang saksi menunjukkan beberapa lusin orang mengikatkan tali di leher patung Edward Colston dan menariknya ke tanah di kota Bristol. Mereka kemudian menginjaknya selama beberapa menit sebelum membawanya dan mengangkatnya ke pelabuhan dengan gembira.

Tidak hanya itu, wajah Colston juga disiram cat merah pada satu titik.
 
"Hari ini saya menyaksikan sejarah," saksi mata William Want menulis dalam twitternya.
 
"Patung Edward Colston, seorang pedagang budak Bristol, dirobohkan, dirusak, dan dilemparkan ke sungai. #BlackLivesMatter,” imbuhnya.
 
Tetapi Menteri Dalam Negeri InggrisPriti Patel menyebut penggulingan itu ‘sangat memalukan’ dan polisi kota itu berjanji akan melakukan penyelidikan.
 
“Ini bentuk tindakan-tindakan kekacauan publik yang telah menjadi gangguan dan melenceng dari alasan sebenarnya orang-orang melakukan demo," kata Patel kepada Sky News, seperti dikutip Channel News Asia, Senin, 8 Juni 2020.
 
"Itu adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima dan berbicara kepada vandalisme, sekali lagi, seperti yang kita lihat kemarin di London,” imbuh Pattel.
 
Polisi London melaporkan melakukan 29 penangkapan selama hari protes sebagian besar damai pada Sabtu yang mencakup beberapa bentrokan dengan petugas yang melindungi distrik pemerintah di sekitar Downing Street (lokasi kantor Perdana Menteri Inggris).
 
Perdana Menteri Boris Johnson mengutuk kekerasan sporadis tetapi tidak secara langsung mengatasi pengguling patung. "Demonstrasi ini telah digerogoti oleh premanisme dan mereka melakukan pengkhianatan atas tujuan utamanya,” kata Johnson dalam sebuah tweet.
 
"Mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban,” tegas Johnson.
 
Wali Kota Bristol, Marvin Rees, memberikan nada yang lebih ramah daripada yang diadopsi oleh Patel.
 
"Saya tahu pemindahan Patung Colston akan memecah pendapat, seperti patung itu sendiri telah dilakukan selama bertahun-tahun," kata wali kota dalam sebuah pernyataan.
 
"Namun, penting untuk mendengarkan mereka yang menganggap patung itu mewakili penghinaan terhadap kemanusiaan,” ujar Rees.
 
Kepala polisi setempat Andy Bennett mengatakan sekitar 10.000 orang menghadiri demonstrasi "Black Lives Matter" Bristol pada Minggu. Mereka memperingati kematian George Floyd yang tewas oleh polisi kulit putih AS, Derek Chauvin yang sudah dituntut pembunuhan.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait