#EKBIS#BERITALAMPUNG

Pasokan dan Cuaca Kerek Harga Komoditas Pangan

Pasokan dan Cuaca Kerek Harga Komoditas Pangan
Ilustrasi: Pixabay.com


Bandar Lampung (Lampost.co). Harga komoditas pangan di sejumlah daerah di Lampung meningkat. Hal itu dipicu pasokan komoditas pangan terbatas dan curah hujan tinggi. 
Kenaikan harga bawang merah misalnya. Harganya dipengaruhi karena berkurangnya pasokan dan curah hujan tinggi. Hal tersebut mengakibatkan hasil panen yang kurang maksimal di beberapa daerah. Sementara itu, meningkatnya harga mie kering instan karena adanya peningkatan harga dari distributor. 

"Di sisi lain komoditas ikan kembung mengalami peningkatan disebabkan oleh berkurangnya pasokan dikarenakan hasil tangkapan yang berkurang di tengah musim penghujan yang masih berlanjut. Selain komoditas makanan, komoditas yang menyumbang inflasi pada periode ini adalah komoditas mobil yang didorong oleh adanya kenaikan harga dari produsen karena penambahan fitur untuk beberapa jenis mobil," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, saat menjelaskan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Februari 2021 mengalami inflasi yaitu sebesar 0,14% (mtm) di kantor perwakilan BI Lampung, Rabu, 3 Maret 2021. 

Meski demikian, inflasi yang lebih tinggi pada periode Februari 2021 tertahan oleh deflasi yang terjadi pada sebagian komoditas di antaranya biaya jaringan saluran tv, cabai merah, cumi cumi, jeruk dan daging ayam ras dengan andil masing-masing sebesar -0,03%, -0,03%, -0,03%, -0,02% dan -0,01%. 

"Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memandang bahwa inflasi akan tetap terkendali pada rentang sasaran 3±1%. Meski demikian, terdapat beberapa risiko yang perlu dimitigasi," ujarnya.

Adapun sejumlah risiko itu antara lain kenaikan harga cabai rawit yang masih berlanjut seiring kurang optimalnya produksi pada musim penghujan. Kedua, kenaikan harga kedelai yang berisiko mendorong naiknya harga bahan makanan, termasuk harga produk peternakan. 

"Ketiga, berlanjutnya kenaikan harga beras seiring masuknya periode tanam di beberapa sentra produksi. Keempat, Peningkatan harga daging sapi yang disebabkan oleh meningkatnya harga impor sapi bakalan. Kelima, kenaikan harga rokok yang didorong oleh peningkatan tarif cukai rokok sebesar 12,5% di awal tahun 2021," kata Budiharto. 

Menurutnya, secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung tercatat sebesar 1,60% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional dan Sumatera yang masing-masing  mengalami inflasi sebesar 1,38% (yoy) dan 1,44% (yoy). Secara spasial, dibandingkan 90 kota perhitungan inflasi nasional, inflasi Kota Bandar Lampung dan Kota Metro pada bulan Februari 2021 tergolong relatif moderat dan masing-masing menempati urutan ke-42 dan ke-16.
 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait