#perekonomian#inflasi

Pasokan dan Kelancaran Distribusi Kurangi Tekanan Inflasi

Pasokan dan Kelancaran Distribusi Kurangi Tekanan Inflasi
Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Lampung Budiharto Setyawan. Lampost.co/Setiaji B Pamungkas


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Perwakilan BI Lampung, Budiharto Setyawan, mengatakan komitmen pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi selama masa pandemi Covid-19 turut mengurangi tekanan inflasi. Namun, terdapat beberapa risiko yang perlu dimitigasi.

Ia mengatakan kenaikan harga beras seiring berkurangnya hasil produksi pada periode tanam gadu. Kemudian, risiko berlanjutnya kenaikan harga bawang putih seiring dengan berakhirnya relaksasi impor. Risiko kenaikan harga minyak goreng yang disebabkan kenaikan harga CPO secara nasional akibat produksi yang menurun, baik di Indonesia maupun Malaysia dan mulai meningkatnya permintaan masyarakat.

"Selain itu juga risiko kenaikan harga cabai merah disebabkan kondisi cuaca yang kurang mendukung di beberapa sentra produksi. Kelima, penurunan harga pada beberapa komoditas akibat lemahnya permintaan perlu diantisipasi karena dapat mendorong dilakukannya pengurangan produksi. Hal ini dapat berimplikasi pada risiko meningkatnya tekanan inflasi seiring dengan berkurangnya pasokan pada periode mendatang,” ujarnya, Senin, 2 Oktober 2020.

Menurut dia, dengan melakukan pemantauan harga harian dan perbandingan harga dengan daerah lain melalui aplikasi pusat informasi harga pangan Strategis hargapangan.id untuk melihat perkembangan harga yang terjadi dan melakukan intervensi kebijakan yang diperlukan.

Selain itu, ia juga mengutarakan perlu dilakukan upaya penyerapan komoditas yang mengalami deflasi cukup dalam melalui penyerapan oleh industri pengolah makanan atau pengolahan produk turunan dengan memberdayakan kelompok wanita tani (KWT).  Beberapa program pemerintah terhadap koperasi dan UMKM terdampak Covid-19, khususnya di bidang pertanian, diharapkan dapat mendukung upaya stabilisasi harga. 

"Dengan memastikan ketersediaan pasokan, khususnya mempersiapkan fase adaptasi kebiasaan baru. Aktivitas masyarakat yang meningkat secara bertahap pada fase ini, diperkirakan dapat menaikkan permintaan. Kondisi ini perlu diwaspadai dengan memastikan ketersediaan pasokan agar tidak meningkatkan tekanan kenaikan harga. Untuk itu, perlu dilakukan pendataan yang akurat oleh TPID dan Satgas Pangan terkait ketersediaan komoditas strategis,” katanya.

Berita terkait: Inflasi Lampung pada Oktober 2020 Capai 0,21 Persen

Selain itu, katanya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) provinsi/kabupaten/kota perlu meningkatkan intensitas koordinasi. "Satu di antaranya melalui kerja sama antardaerah (KAD) dalam hal pemenuhan komoditas pangan strategis menghadapi risiko kenaikan harga," katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Lampung, Faizal Anwar mengatkaan inflasi rendah hampir terjadi di seluruh wilayah kota yang menjadi pengamatan inflasi nasional. "Bahkan, inflasi kita masih berada di atas nasional," ujarnya.

Namun, kata dia, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, memang inflasi 2020 sangat rendah. Hal ini berkaitan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang melemahkan daya beli masyarakat.

"Tetapi kondisi akhir ini sudah mulai membaik dengan beberapa kegiatan ekonomi yang sudah bangkit dan ini mendorong kemampuan ekonomi masyarakat secara umum," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait