#pilkada#kampanye#paslon

Paslon Masih Memilih Kampanye Tatap Muka

( kata)
Paslon Masih Memilih Kampanye Tatap Muka
Ilustrasi.Dok. Lampost.co


Bandar Lampung  (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) melayangkan lima surat peringatan kepada pasangan calon terkait pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Bawaslu Bandar Lampung mengeluarkan empat surat peringatan dan Bawaslu Pesisir Barat satu.

Bahkan, Bawaslu Pesisir Barat bersama Tim Gakumdu melakukan satu kali pembubaran kampanye tatap muka. 

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengemukakan belum satu pun paslon kepala daerah yang menggunakan kampanye dialog daring dengan para pendukungnya sebagaimana diatur dalam Pasal 57 PKPU Nomor 13 Tahun 2020. "Hal ini berimplikasi pada jajaran pengawas pemilu yang membutuhkan energi lebih terutama dalam hal pengawasan penerapan protokol Covid-19," ujarnya kepada Lampost.co, Selasa, 6 Oktober 2020.

Selain itu, masih banyak paslon yang tidak mengantongi surat tanda terima pemberitahuan (STTP) kampanye dari kepolisian dan tetap melakukan kampanye tatap muka dengan para pendukungnya. Ketika didatangi pengawas pemilu, paslon maupun tim kampanye beralasan mereka bukan kampanye melainkan hanya melakukan konsolidasi dan sosialisasi terbatas. 

"Ïni kan sebenarnya akal-akakan paslon atau tim pemenangan. Harusnya mereka mengantongi STTP sebelum melakukan kampanye tatap muka,” katanya.

Dia mengatakan KPU kabupaten/kota juga tidak mengatur adanya zonasi kampanye dengan alasan hal tersebut tidak diatur dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020. Namun, pihaknya tetap merekomendasikan kepada KPU Lampung melalui surat nomor 049/K.LA/PMT.00.01/X/2020 tanggal 5 Oktober 2020 tentang imbauan zonasi kampanye agar menginstruksikan KPU kab./kota membagi zonasi kampanye kepada masing-masing paslon.  

“Ada potensi jadwal kampanye paslon yang bersamaan di satu lokasi bila tidak diatur zona kampanye. Implikasinya bisa menimbulkan kerumunan yang lebih banyak yang melanggar protokol kesehatan Covid atau konflik antarpendukung di lapangan,” ujarnya. 

Sementara itu Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Lampung, Iskardo P. Panggar mengatakan pihaknya secara periodik mengevaluasi kinerja pengawas pemilu khususnya di delapan kabupaten/kota yang menggelar pemilihan 2020.

Hal ini untuk memberikan pemahaman kepada jajaran pengawas pemilu agar bertindak profesional dan proporsional manakala ditemukan pelanggaran administrasi, pemilihan maupun pelanggaran terhadap protokol Covid-19. 

“Pengawas pemilu tentu harus jeli melihat situasi lapangan sekaligus bijak menindak pelanggaran. Dalam masa kampanye ini  semua calon ingin menang sehingga kadang-kadang nyerempet-nyerempet aturan,” kata Iskardo.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait