Covid-19

Pasien Corona Harus Waspadai Long Covid

Pasien Corona Harus Waspadai Long Covid
(Dok. pixabay.com)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Fenomena Long Covid saat ini menjadi keresahan banyak masyarakat, hal tersebut menambah rentetat kekhawatiran masyarakat karena Covid-19 yang tak kunjung usai di Indonesia.

Dalam dialog virtual Satgas Penanganan Covid-19 bertajuk "Mewaspadai Efek Jangka Panjang Covid-19" terdapat laporan terbaru WHO tentang Efek Jangka Panjang Covid-19 yang menyebutkan Covid-19 dapat menyebabkan penyakit yang berkepanjangan bagi sebagian orang. Hal ini lah yang disebut dengan fenomena 'Long Covid'.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto menjelaskan, fenomena ini merupakan istilah baru dari Post Covid Syndrome yang sebelumnya dipakai pakar kesehatan untuk menyebut situasi atau keadaan pasien mengalami gejala lain setelah sembuh dari Covid-19.

"Ini merupakan istilah lama, namun kemudian seiring dengan perkembangannya akhirnya difamiliarkan oleh WHO dengan Long Covid. Hal banyak diartikan sebagai satu kondisi gejala-gejala yang muncul pada pasien yang sudah sembuh dari Covid-19," kata dia, Kamis (3/12/2020).

Dia melanjutkan, gejala-gejala tersebut bisa muncul selama berbulan-bulan dan menetap pada tubuh survivor atau orang yang sudah sembuh dari Covid-19. Terkait gejalanya, bisa bervariasi mulai dari yang paling banyak adalah gejala kelelahan kronik.

"Ditambah dengan gejala sesak nafas, nafas berat, dan juga jantung berdebar-debar ini kaitannya dengan jantung. Lalu nyeri sendi, nyeri otot, termasuk juga gangguan psikologis seperti depresi," ungkap dia.

Meskipun hal tersebut dapat terjadi, Agus menegaskan bahwa Long Covid bukan merupakan virus yang tersisa di tubuh seorang survivor Covid-19. Long Covid, adalah gejala sisa yang muncul usai seseorang dinyatakan sembuh dari Covid-19, lalu dapat terjadi akibat kelainan yang ada ketika sakit.

"Ada contoh pasien dengan parunya itu ada kekakuan pada jaringan paru yang sifatnya menetap bisa 2-3 bulan. Ini yang menyebabkan oksigen tidak bisa masuk, lalu pasien jadi nafasnya berat, sesak dan bisa ketahuan dari tes uji fungsi parunya," ujarnya.

Selain itu, Agus juga mengatakan bahwa sejatinya siapa saja bisa terkena Long Covid, sehingga semua survivor perlu waspada. Kelompok paling rentan adalah pasien komorbid, pasien lanjut usia, dan pasien dengan kebiasaan merokok.

"Namun tak menutup kemungkinan siapa saja bisa terkena. Beberapa laporan memang menambahkan orang yang tidak punya komorbid bisa kena Long Covid juga. Jadi memang ada beberapa hal yang belum bisa kita ketahui pada beberapa populasi, semua bisa terjadi," jelasnya.
 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait