#kerusuhan#bola#kanuruhan

Pascapenetapan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, 18 Aremania Minta Perlindungan LPSK

Pascapenetapan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, 18 Aremania Minta Perlindungan LPSK
Suasana di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai pertandingan Arema FC VS Persebaya. (Foto:Dok)


Malang (Lampot.co)--Pascapenetapan enam tersangka tragedi Kanjuruhan di Malang oleh Kepolisian, sebanyak 18 orang suporter Arema atau Aremania mengajukan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Keenam tersangka itu adalah Kepala Satuan Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur AKB Hasdarman dan Kepala Bagian Operasional Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto. Lalu, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Abdul Haris dan Security Officer Suko Sutrisno.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi. Ke-18 orang Aremania itu merupakan saksi sekaligus korban dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 131 orang. Mereka khawatir mendapat ancaman atau intimidasi dari pihak tertentu, jika memberikan kesaksian terkait insiden mematikan.
 
"Ada kekhawatiran bahwa kalau menjadi saksi bagaimana? Aman enggak? Kekhawatiran itu ada dan wajar saja. Memang peristiwanya mencekam ya. Peristiwa itu kan para pelakunya juga aparat," ujar Edwin saat dihubungi, Sabtu, 8 Oktober 2022.

Edwin menjelaskan bahwa 18 orang tersebut bersedia menjadi saksi dalam proses peradilan dalam tragedi Kanjuruhan. Pihaknya pun akan memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan 18 orang Aremania, baik sebelum, saat, maupun sesudah memberikan kesaksian. 
 
Diketahui, tragedi di Stadion Kanjuruhan terjadi setelah laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Pada laga itu, Arema dikalahkan oleh Persebaya. Kejadian bermula saat sejumlah Aremania turun ke lapangan untuk mendatangi pemain dan mengungkapkan kekecewaan.  
 
Tak lama berselang, sejumlah suporter juga masuk ke lapangan. Dari situ, kemudian keadaan menjadi bergejolak. Aparat kepolisian berusaha membubarkan suporter dan pada akhirnya menembakkan gas air mata. 

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait