#RAMADAN#BERITABANDARLAMPUNG

Pasar Wayhalim Langganan Macet Jelang Buka Puasa

Pasar Wayhalim Langganan Macet Jelang Buka Puasa
Pasar Way Halim selalu menjadi langganan kemacetan menjelang berbuka puasa -- Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pasar Perumnas Wayhalim menjadi langganan kemacetan di tiap tahunnya ketika menjelang berbuka puasa. Hal tersebut karena lokasi pasar ini menjadi pusat jajanan berbuka puasa. Sepanjang jalan Rajabasa Raya dipenuhi pedagang kaki lima yang berjualan, mulai dari jajanan pasar hingga sayur matang untuk dijadikan lauk pauk berbuka.

“Saya berdagang di sini sejak 2015, ya Alhamdulillah mbak setiap dagang disini pemasukan selalu ada dan lumayan,” kata Dumi (60) saat ditemui di pasar Perumnas Wayhalim, Selasa, 13 April 2021.

Ia berjualan jajanan pasar, mulai dari kue basah, pempek, hingga minuman yang menyegarkan. Dumi menjelaskan semua ia lakukan karena pengunjung lebih banyak saat ramadan ketimbang hari biasa.

“Yang paling enggak ada pemasukan itu tahun lalu mbak, kan kami gak berjualan sama sekali karena larangan pemerintah. Itu sama sekali saya dan teman-teman tidak ada pemasukan apa pun,” ujarnya.

Pedagang lain mengaku, berkah Ramadan amat terasa untuknya. Menurutnya, dengan dibukanya pasar Ramadan ini menjadikan ia memiliki pemasukan yang lumayan.

“Alhamdulillah ya sudah boleh dagang lagi, kalau tahun kemarin kan sama sekali gak boleh dagang jadi saya Cuma dagang keliling pakai gerobak, lebih capek mbak. Kalau kaya gini kan cuma diem di tempat,” kata Ratmi (30).

Seorang pembeli mengatakan sudah menjadi kebiasaan keluarga jika menjelang berbuka mencari camilan berbuka sembari ngabuburit. 

“Udah biasa kami keliling jelang puasa, cari makanan yang ada disini. Semua serba ada, malah kalau malas masak juga ada sayur matang pokoknya lengkap banget,” ujarnya.

Menurut petugas yang berjaga di pasar tersebut, sebanyak 150 lebih pedagang menjajakan barang dagangannya di sepanjang jalan Rajabasa Raya.

“Ada yang pakai gerobak, ada yang pakai meja aja bahkan ada yang dihempas pakai tiker gitu. Ini udah tradisi setiap tahun,” kata Rohidin (55).

Ia mengaku pihaknya sudah mencoba memberikan imbauan dan peringatan kepada masyarakat untuk taat peraturan protokol kesehatan. Namun, karena banyaknya orang sehingga kurang diperhatikan.

“Bingung juga sudah kasih imbauan tapi karena orang dari mana-mana datang ke sini. Jadi, cukup kewalahan kami akan jadi petugas keamanan ini,” ujarnya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait