pasar

Pasar SMEP akan Diserahkan ke Dinas Perdagangan

Pasar SMEP akan Diserahkan ke Dinas Perdagangan
Pasar SMEP. (Lampost.co/Deta Citrawan)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Hasil pembangunan gedung pasar SMEP yang berada di Jalan Imam Bonjol, Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung akan diserahterimakan ke Dinas Perdagangan setempat. 

Sebab sampai dengan akhir Desember 2020 lalu, progres pembangunan gedung tiga lantai itu telah tercapai 100 persen. Dan selanjutnya dapat dilakukan penempatan pedagang oleh dinas terkait. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan, mengatakan PU dalam hal ini hanya membangun fisik gedung. Selanjutnya dalam waktu dekat akan diserahkan kepada Dinas Perdagangan. 

"Dalam waktu dekat hasil pembangunan pasar SMEP akan diserahterimakan ke Dinas Perdagangan, tugas Dinas PU membangun nanti yang mengatur pedagang dan merawat adalah Dinas Perdagangan," ujarnya, Kamis, 7 Januari 2021. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung Adiansyah mengatakan serah terima belum dipastikan waktunya, masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari Dinas PU. Terkait pedagang tetap prioritas adalah pedagang lama. 

"Kita prioritaskan yang lama dan masih aktif, Dinas juga melakukan pengecekan terhadap data pedagang untuk memastikan benar pedagang pasar SMEP dan masih berdagang sampai sekarang," ujar dia. 

Dinas terus melakukan verifikasi data ke paguyuban pasar SMEP untuk memastikan data pedagang pasar yang nantinya data itu akan disampaikan kepada Wali Kota Bandar Lampung. "Data pedagang ini kita verifikasi terus untuk menghindari kesalahan data takutnya ada perubahan, lewat paguyuban, untuk saat ini data dari paguyuban tidak ada masalah," ungkapnya.

Terhadap penempatan pedagang pada kios dan los gedung pasar SMEP. Pihak Dinas memastikan data pedagang yang akan menempati dan diprioritaskan kepada pedagang lama serta masih berdagang sampai saat ini. 

"Pedagang tidak perlu khawatir sebab memang sudah diprioritaskan pedagang lama dan masih dagang, apabila memang merasa belum terdata lewat UPT Pasar bisa lakukan pengaduan data pedagang nanti dicek oleh Dinas," ungkapnya.

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait