#YayasanSukmaBangsa#MediaGroup#Bencana#Lombok#Palu

Yayasan Sukma Pulihkan Pendidikan di Lombok dan Sulteng

Yayasan Sukma Pulihkan Pendidikan di Lombok dan Sulteng
MEMBANGUN SEKOLAH. Tim sekolah darurat Media Group berfoto bersama saat baru tiba di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/10). N MI/M TAUFAN SP BUSTAN


JAKARTA (Lampost.co) -- Berdasar pengalaman partisipatoris dalam membangun dan mengembangkan pendidikan di Aceh, daerah pasca-konflik dan pasca-tsunami yang terjadi tahun 2004, Yayasan Sukma berinisiatif untuk berpartisipasi dalam memulihkan pendidikan di Lombok dan Sulawesi, sebagai bagian dari Dompet Kemanusiaan Media Group [DKMG].

Dalam rilis yang diterima Lampost.co, Senin (15/10/2018) Yayasan Sukma berpendirian bahwa pemulihan sistem pendidikan adalah salah satu aspek krusial dalam penanganan wilayah yang mengalami bencana, dimana segenap lapisan masyarakat wajib bahu-membahu dengan pemerintah. Fokus pemulihan pendidikan mencakup kerja-kerja untuk membangun kembali asset dan akses pendidikan, yang tidak terpaku pada kesediakalaan, akan tetapi secara sadar mengakomodasi berbagai perubahan alam dan aspek-aspek sosio-politik-ekonomi lokal, serta berbagai kemajuan dalam pendidikan pasca-bencana serta khasanah pendidikan secara umum.

Pemulihan pendidikan pasca-bencana, oleh karena itu, mencakup di dalamnya kesadaran, niat yang kuat, dan kerja-kerja kreatif yang memungkinkan pendidikan menjadi soko guru transformasi sosial (Mezirow, 2000; Giroux, 2011), sehingga masyarakat menjadi lebih arif, bijak dan capable terkait denganlingkungan alam dansosio-politik.

Baca Juga: Bupati Santuni Warga Terdampak Bencana Palu

Dalam kerja pemulihan pendidikan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dimana masa tanggap darurat sudah selesai dan saat ini proses rehabilitasi infrastruktur pendidikan sedang berjalan, Yayasan Sukma melakukan kerja kemitraan dengan beberapa sekolah terdampak bencana dalam program twinning schools.

Program ini meliputi 5 proses:
1. Asesmen kondisi pendidikan (profiling) di sekolah-sekolah mitra
2. Mendesain bentuk-bentuk keterlibatan/intervensi berdasarkan data asesmen
3. Membangun kesepahaman dan rencana intervensi
4. Pelatihan pendidikan [keguruan, pedagogi] dan kependidikan [manajemen, administrasi, kepemimpinan, sistem informasi sekolah.
5. Pendampingan sekolah mitra dan guru-guru

Untuk kerja pemulihan pendidikan di Sulawesi Tengah, dimana masa tanggap darurat masih berlangsung, Yayasan Sukma akan melakukan:
1. Emergency response dengan mengirim relawan dan guru yang telah dilatih ke titik-titik pengungsian di wilayah pasca-bencana untuk mendirikan Sekolah Darurat setelah dilakukan pendataan saksama terkait data kependidikan di wilayah yang terdampak, seperti murid, guru,stakeholders pendidikan, dan jejaring lembaga swadaya atau instansi yang terlibat dalam tanggap bencana.Tim Yayasan Sukma, jika diperlukan, akan merekrut relawan lokal untuk ikut serta dalam mengelola sekolah darurat. Pelatihan ini bermuatan prinsip-prinsip dasar dan praktik pendidikan pasca bencana dan mengadopsi prinsip-prinsip dasar dalam dokumen Education for All (EFA).
2. Twinning school program sebagai partisipasi pemulihan pendidikan setelah masa tanggap darurat selesai.

Dalam program ini, Yayasan Sukma bekerjasama dengan beberapa sekolah yang dijadikan sekolah mitra untuk membantu memfasilitasi pengembangannya. Setelah dilakukan asesmen yang menyeluruh,dan atas dasar kesepahaman bersama sekolah mitra, di tahap awal diadakan pelatihan manajemen sekolah efektif (MSE), pengembangan kapasitas guru (KPG), manajemen konflik berbasis sekolah (MKBS) dan pengembang sistem informasi sekolah (SISTO).

Selanjutnya, dilaksanakan program-program follow-up, seperti pendampingan sekolah dan guru sekolah mitra sampai mampu mandiri dalam aspek manajemen dan administrasi dan aspek-aspek pedagogi-keguruan. Dalam setiap tahap partisipasi pemulihan, Tim Yayasan Sukma senantiasa menghormati dan mendasarkan diri pada nilai-nilai kultural-komunal (kearifanlokal) dan melaksanakan kegiatan pendidikan yang berbasis kondisi alam, situasi sosio-politik dan ekonomi masyarakat.

 

 

 

EDITOR

Rilis

loading...




Berita Terkait


Komentar