pilkada

Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 di Sragi-Palas Turun

Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 di Sragi-Palas Turun
Proses rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara tingkat Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Jumat (11/12/2020). (Lampost.co/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co) -- Tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada Serentak 2020 di Kecamatan Sragi dan Palas, Lampung Selatan, mengalami penurunan dibandingkan Pilkada Lamsel 2015. Hal tersebut dipicu diduga Formulir Model C. Pemberitahuan-KWK tidak tersalurkan dan dampak pandemi virus Covid-19. 

Seperti yang diungkapkan Koordiv Pengawasan Panwaslu Kecamatan Sragi, Prapto Sasmito saat dihubungi, Minggu (13/12/2020). Dia mengatakan partisipasi masyarakat pada Pilkada Lamsel 2020 mengalami penurunan sekitar 2 persen dibandingkan Pilkada Lamsel 2015. 

"Pilkada Lamsel 2020 tingkat partisipasi masyarakat hanya 64,74 persen. Sedangkan, Pilkada Lamsel 2015 di Kecamatan Sragi mencapai 66 persen. Artinya ada penurunan 2 persen tahun ini," kata dia. 

Menurut Prapto, pada Pilkada Lamsel 2020 setidaknya ada 16.097 pemilih yang menyalurkan suaranya di TPS. Sedangkan, jumlah keseluruhan data pemilih sebanyak 24.854 pemilih. 

"Untuk perolehan suara di Kecamatan Sragi, yakni paslon nomor urut satu Nanang Ermanto-Pandu Kesuma Dewansa meraih 6.198 suara, paslon nomor urut dua TEC-Antoni Imam meraih 4.177 suara dan paslon nomor urut tiga Hipni-Melin Haryani Wijaya meraih 5.293 suara," kata dia. 

Prapto mengatakan penurunan partisipasi masyarakat terhadap Pilkada Serentak 2020 diduga disebabkan dampak dari pandemi virus Covid-19. Sehingga, masyarakat masih khawatir terhadap penyebaran virus Covid-19 yang kini masih mewabah. 

"Bisa jadi dampak dari pandemi virus Covid-19 ini. Selain warga khawatir dengan penyebaran virus Covid-19, pelaksanaan kampanye pasangan calon juga terbatas sejak adanya pandemi ini sehingga tidak maksimal," ujarnya. 

Selain itu, kata Prapto, penyebab menurunnya tingkat partisipasi masyarakat itu diduga karena banyaknya formulir C.Pemberitahuan-KWK dikembalikan yakni sebanyak 3.072 lembar. Pengembalian formulir C-Pemberitahuan-KWK itu didominasi karena tidak dapat ditemui dan merantau. 

"Untuk pemilih yang tidak dapat ditemui ini terdapat sebanyak 995 lembar dan merantau mencapai 1.925 lembar. Sisanya tidak disalurkan karena meninggal 67 lembar, pindah domisili 68 lembar, tidak dikenal 17 orang," kata dia. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait