#lampungbarat

Parosil Puji Pemenang Lomba Kaligrafi Tingkat Internasional Asal Lambar

Parosil Puji Pemenang Lomba Kaligrafi Tingkat Internasional Asal Lambar
Ustaz asal Lampung Barat, Teguh Prastio, juara pertama lomba seni kaligrafi di tingkat internasional yang berlangsung di Turki pada 21 Mei 2022. (Istimewa)


Liwa (Lampost.co) -- Seorang ustaz asal Lampung Barat, Teguh Prastio, mendapat apresiasi dari bupati Lampung Barat Parosil Mabsus setelah mendapat juara pertama lomba seni kaligrafi di tingkat internasional yang berlangsung di Turki pada 21 Mei 2022. Hasil lomba kaligrafi itu telah disiarkan secara langsung oleh panitia perlombaan melalui live YouTube di link https://youtu.be/UB9RsstADy0 pada 21 Mei 2022.


"Untuk itu apresiasi yang tinggi untuk ustaz Teguh Prastio yang telah membawa nama harum Indonesia karena telah menjadi juara 1 dunia cabang seni kaligrafi internasional di Turki. Selain ini, ia juga telah menjuarai event internasional lainnya," kata Parosil melalui keterangan tertulis, Senin, 30 Mei 2022. 

Ia menjelaskan, Teguh Prastio merupakan putra asli Lampung Barat dari Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau. Pria kelahiran 31 Oktober 1989 merupakan anak pertama dari pasangan Tohir dan Ibu Sri Yuni yang dikenal Mae Dodol. Ia bahkan sudah yang lima kali diundang untuk mengikuti kegiatan serupa selain ke Turki, juga pernah ikut di Malaysia dan negara lainnya untuk menghadiri kejuaraan dunia tersebut.

Karena itu, Parosil menyatakan rasa bangga dan harunya, lantaran Ustaz Teguh Prastio yang merupakan seorang anak petani mampu menorehkan prestasi hingga ke kancah internasional. Bahkan, hanya melalui goresan tangannya saja ia bisa membawa nama Lampung Barat bahkan Indonesia di ajang perlombaan dunia.

Parosil berharap keberhasilan ini hendaknya menjadi motivasi dan mendorong masyarakat Lambar lainnya agar juga mampu meraih prestasi.

"Harapannya, keberhasilan ini bisa menjadi memotivasi dan menginspirasi anak-anak muda Lampung Barat lainnya," kata Parosil.

Sementara itu, Ustaz Teguh Prastio, menyampaikan terima kasih atas dukungan doa dan support dari semua pihak. Setelah menamatkan pendidikan di SD Negeri 1 Sekincau, ia meneruskan pendidikannya di MTs Nurul Iman Sekincau dan MA Nurul Iman Sekincau yang baru lulus pada 2007.

Setelah tamat MA itu, ia lalu masuk ke pesantren kaligrafi Al-Qur'an Lemka di Sukabumi, Jawa Barat pada 2009 kemudian aktif mengikuti perlombaan kaligrafi di tingkat nasional hingga internasional saat ini.

Menekuni seni kaligrafi itu telah dijalaninya sejak masih duduk di bangku SD dengan berguru kepada pamannya sendiri yaitu Riono Gunawan hingga mengikuti lomba kaligrafi.

Teguh mengaku, lomba kaligrafi internasional itu dilaksanakan dengan sistem peraduan atau sayembara, yang seluruh aturan dan ketentuan disampaikan melalui media sosial. Kemudian, pendaftarannya juga secara online. Selanjutnya, karya dikirimkan melalui jasa paket yang kemudian dinilai oleh dewan hakim serta hasil pengumuman melalui live Youtube.

Teguh juga melanjutkan terdapat beberapa event lomba internasional. Namun, dia mengikuti lomba Ircica yang diadakan setiap tiga tahun dan merupakan salah satu ajang yang paling bergengsi. Ia berharap keberhasilan yang telah diraihnya itu dapat menginspirasi dan membangkitkan semangat anak-anak muda untuk dapat berkreasi dan berprestasi.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait