minimarketpencurian

Parkiran Mini Market dan Mal Jadi Sasaran Pencuri Motor

Parkiran Mini Market dan Mal Jadi Sasaran Pencuri Motor
Foto: Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Aksi pencurian motor terus terjadi di Kota Bandar Lampung. Kendati demikian, sudah banyak juga pelaku yang ditangkap, bahkan dihadiahi timah panas oleh aparat.

Para penyamun mulai menyasar ke berbagai lokasi strategis untuk melancarkan aksinya. Lokasi yang menjadi primadona baru bagi para pelalu curanmor yakni parkiran minimarket di Kota Bandar Lampung.

Saat beraksi, pelaku tak segan menodong senjata ke korbannya. Selain itu, modus teranyar para komplotan curanmor kini mengarah ke pusat perbelanjaan atau mal. Motor hasil curian dijual kisaran Rp2  juta hingga Rp4 juta per unit. Dari bebragai jenis motor, Honda Beat seringkali menjadi sasaran para pencuri.

Berdasarkan catatan Lampost.co, dalam dua minggu terakhir ada 3 pencurian sepeda motor di wilayah mal. Pertama, sepeda motor jenis Hond Beat B milik warna putih BE 2253 ADG milik  Fajar (26), warga Telukbetung Selatan yang merupakan salah satu karyawan restoran cepat saji. Motor jenis  Honda Beat BE 2253 ADG miliknya hilang di areal  Centra Plaza, Jalan Kartini, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Minggu pagi, 7 Juni 2020, sekitar pukul 7.05 WIB.

Masih di hari yang sama, Giliran Agung Muharam (25), warga Gedong Tataan, Pesawaran menjadu korban. Motor metik dengan nomor Polisi BE 4938 RP, miliknya hilang di Transmart Carefour, Bandar Lampung pada Minggu, 7 Juni 2020 siang.

Bahkan motornya hilang di area parkir resmi Transmart yang dikelola oleh secure parkir. Karcis motor sebagai bukti serta akses keluar pun masih dimiliki korban, saat motornya raib. Terbaru, percobaan pencurian motor terjadi di areal Mal Boemi Kedaton, bandar Lampung pada Sabtu,  13 Juni 2020 sore.

Pelaku bernama Bastari Efendi (26), warga Negara Saka, Jabung, Lampung Timur. Ia dipergoki korban dan pengunjung yang kemudian ditangkap oleh Polsek Kedaton.

Pencegahan

Polresta Bandar Lampung telah mengambil sejumlah upaya guna mencegah angka kriminalitas di Kota Bandar Lampung yang mulai marak.

Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Yan Budi Jaya mengatakan, pertama pihaknya sudah menjalankan sejumlah upaya preemtif dan preventif, selain upaya penangkapan pelaku.


Pertama, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah minimarket untuk segera memasang cctv memberikan informasi,  jika ada kejadian pencurian kendaraan bermotor. Kemudian, guna mengantisipasi pencurian toko emas, para pemilik toko emas juga telah berkoordinasi dengan aparat untuk mengantisipasi.

"Upaya-upaya sudah saya jalankan sebenarnya baik preemtif dan preventif, patroli pagi, siang sore, sudah ada, bahkan malam ada patroli gabungan," ujar Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Yan Budi Jaya.

Kemudian langkah preemtif yang sudah berjalan dan diperkuat yakni, penguatan fungsi  unit keamanan keamanan dari satintelkam, dalam memberikan informasi deteksi dini, dan pemetaan potensi tindak pidana.

"Unit kam saintel, terus berkoordinasi dengan Fungsi reskrim dalam memberikan informasi, dan sudah banyak juga penindakan, dan penangkapan pelaku, ya mendekati idufl fitri, memang kerap kriminalitas muncul," kata alumnus akabri 1996 itu.

Langkah Preventif yang lebih diperkuat, yakni peningkatan patroli sabhara, dan penguatan babimkamtibmas dalam melakukan patroli di wilayahnya.

Bila ada kejadian, ia berharap masyarakat segera melapor, karena mempermudah petugas dalam mengejar para pelaku. Kemudian, penambahan kunci pengaman, dan alarm pada kendaraan membantu curanmor sulit beraksi.

"khusus sabhara terutama malam hari, kami 87 kan lagi, agar patroli lebih speisifik, khususnya di jalur-jalur rawan kriminalitas, tim tangkal (patroli motor), kita push ke titik-titik yang tak bisa dilalui mobil (jalur tikus pelaku)," paparnya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait