#Wisata#Lampung

Pariwisata Lampung Tumbuh 10%

Pariwisata Lampung Tumbuh 10%
Dengan protokol kesehatan melekat pengunjung mulai ramai mendatangi tempat wisata di Bandar Lampung. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sektor pariwisata di Lampung mulai bangkit. Pemilik tempat wisata mengaku siap menyambut kedatangan para pengunjung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan covid-19 secara ketat.

Salah satu pelaku usaha pariwisata di Lampung, Thomas Aziz Riska mengatakan, seiring penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan kesadaran prokes warga yang mulai meningkat, hal itu turut mendorong keoptimisan bangkitnya sektor pariwisata di Lampung. Bahkan, ia mengatakan, saat ini pun sudah tumbuh sekitar 10%.

Owner Bukit Mas, Puncak Mas dan Pulau Tegal Mas itu juga mengatakan, kesadaran wisatawan dalam menerapkan prokes dan vaksinasi perlu diterus dioptimalkan. Dukungan pemerintah terhadap pelaku pariwisata juga sangat dibutuhkan.

"Kita terus mendorong wisatawan untuk taat prokes. Kami upayakan memiliki aplikasi PeduliLindungi dan minimal sudah vaksin, demi kenyamanan bersama," katanya, Selasa, 28 September 2021.

Baca: Kolaborasi Pelaku Usaha Kunci Kebangkitan Pariwisata Lampung

 

Hal senada diungkapkan Komisaris Taman Wisata dan Taman Satwa Lembah Hijau, M. Irwan Nasution. Dia memastikan, tempat-tempat pariwisata di Lampung sudah mulai buka dengan penerapan prokes ketat.

"Kita sudah punya sertifikat cleanliness, health, safety, and environment sustainability (CHSE). Saat ini sedang proses pengajuan penerapan barcode aplikasi PeduliLindungi," kata dia. 

Sesuai Instruksi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Nomor: 19 Tahun 2021 tentang PPKM level 3 dan level 2 serta mengoptimalkan posko penanganan covid-19 tingkat desa dan kelurahan, pelaksanaan kegiatan pada area publik (fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya) diizinkan beroperasi 50% dengan aplikasi lindungi atau protokol kesehatan secara melekat.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait