#lampungfair

Panitia Pelaksana Lampung Fair Disebut Masukkan Pedagang Liar

Panitia Pelaksana Lampung Fair Disebut Masukkan Pedagang Liar
Sejumlah tenda UMKM di Lampung Fair 2022 di PKOR Wayhalim, Senin, 31 Oktober 2022. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pedagang di sejumlah tenda Lampung Fair 2022 mengeluhkan panitia yang dinilai tidak profesional. Sebab, panitia pelaksana masih memasukkan pedagang ilegal yang tidak menyewa gerai.

Salah satu pedagang makanan di Lampung Fair, Aksan (30), mengatakan dampak dari pedagang yang tidak menyewa tenant itu menjadikan pengunjung enggan membeli makanan yang dijajakan. 

"Ada pedagang dari luar dagang makanan yang sama, tapi harga yang mereka jual lebih murah karena memang harga yang saya beri sedikit mahal. Sebab, saya kan sewa lapak, sedangkan pedagang luar tidak sewa," kata Aksan, kepada Lampung Post, Senin, 31 Oktober 2022. 

Ia mengatakan, sejumlah pedagang lainnya juga harus mengeluarkan kocek Rp6 juta untuk tenda ukuran 3x3 meter persegi. Sedangkan pedagang yang tidak menyewa bisa berdagang berdampingan atau berseberangan dengan UMKM yang menyewa. 

"Bedanya kami diberikan tiang pembatas dan atap, sedangkan pedagang liar berdagang disembarang tempat. Dampaknya sangat terasa untuk kami, pengunjung jad berkurang membeli jajanan di lapak kami," katanya. 

Dia berharap agar panitia dapat secara profesional membatasi pedagang dari luas. Sehingga pengunjung fokus membeli jajanan yang dijajakan UMKM yang menyewa lapak. 

"Kami nyewa juga tidak murah, ini pun kami belum tentu untung. Jadi alangkah baiknya kami diprioritaskan," kata dia.

Terpisah, Ketua Apindo Lampung, Ary Meizari, mengatakan harga sewa stand masyarakat atau instansi sangat beragam, mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp15 juta.

"Alhamdulillah sejak hari pertama terisi semua bahkan sampai nambah lagi. Ini menunjukan masyarakat Lampung sangat merindukan hiburan dan Lampung Fair ini disambut dengan antusias," kata dia.  

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait