#demokrat#KLBDemokrat

Panitia KLB Demokrat Bantah Tudingan Ilegal AHY

Panitia KLB Demokrat Bantah Tudingan Ilegal AHY
Suasana Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3) (Antara/Nur Aprilliana Br Sitorus)


Jakarta (Lampost.co) -- Panitia Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat membantah tudingan ilegal Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Tudingan dilontarkan AHY menanggapi hasil KLB di Sibolangit, Deli Serdang Sumatera Utara, Jumat 5 Maret 2021.

Ketua Umum Demokrat itu menyebut KLB berjalan ilegal dan inkonstitusioner. KLB tersebut menurut AHY tidak sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Baca juga: SBY Geram

Namun Sekretaris Kepanitiaan KLB Demokrat, Ramli Batubara, membantah tudingan itu. Dia menegaskan pernyataan AHY salah, karena KLB menurutnya masih mengacu AD/ART partai.

"Kalau masih mengacu AD/ART pada saat Kongres 5 lalu yang tidak ditetapkan di kongres, dan mereka masih menggunakan AD/ART tersebut, terdapat sebuah pasal yang membuat kepesertaan itu menjadi tidak prioritas, yaitu Pasal 83, KLB dapat dilakukan atas permintaan," kata Ramli saat dikonfirmasi Medcom.id, Sabtu Maret 2021.

Menurutnya, data atas permintaan itu dilakukan sebelum KLB. Artinya sampai terakhir sebelum pembukaan KLB, tanda tangan Ketua DPC untuk meminta KLB itu sudah terhimpun sampai 412 orang.

"Secara otomatis yang hadir di sini adalah unsur yang mewakili karena kita tahu AHY mengatakan solid untuk seluruh ketua-ketua DPC dan DPD tidak hadir. Yes tidak hadir secara fisik, akan tetapi dalam bentuk dukungan dan permintaan," jelas Wakil Ketua Umum Angakatan Muda Demokrat.

Dia pun kembali menegaskan bahwa kata permintaan itu dilakukan dan sudah ditandatangani oleh para ketua DPC di atas materai dan diserahkan kepada pihaknya.

"Peserta yang hadir saat ini adalah unsur-unsur dari DPC tersebut yang di mana ketuanya telah menandatangani sebelum dilakukannya KLB. Artinya, kata-kata permintaan. Permintaan dari DPC untuk melakukan kongres luar biasa," pungkasnya.

Sebelumnya, AHY menggelar jumpa pers menyebut KLB Demokrat Deli Serdang ilegal. Pernyataan AHY mengacu kepada syarat menggelar KLB berdasarkan AD/ART partai berlambang bintang mercy tersebut.

"Setidaknya untuk bisa diselenggarakan KLB berdasarkan AD/ART Demokrat adalah disetujui, didukung, dihadiri 2/3 dari jumlah DPD dan setengah dari jumlah DPC," kata AHY saat jumpa pers melansir tayangan Metro TV, Jumat 5 Maret 2021.

"Kedua-duanya adalah angka minimal bisa diinisiasi dan diselenggarakan KLB berdasarkan AD ART kami. Dan, ada lagi tambahannya, harus sepertujuan dari ketua majelis tinggi partai (Susilo Bambang Yudhoyono-red)," lanjutnya.

KLB Demokrat di Deli Serdang menghasilkan keputusan memilik Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2021-2025. Selain itu, KLB pun memutuskan Marzuki Alie ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pembina Demokrat .

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait