#alutsista#tnial

Panglima TNI: Ini Waktu Tepat untuk Evaluasi Alutsista

Panglima TNI: Ini Waktu Tepat untuk Evaluasi Alutsista
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI. MI


Jakarta (Lampost.co) -- Tenggelamnya KRI Nanggala-402 yang menewaskan 53 kru TNI AL di perairan utara Bali, menjadi pelajaran penting. Sekaligus, momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap alutsista, khususnya TNI AL. 

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan sudah saatnya untuk mengevaluasi seluruh alutsista TNI dan mencermati langkah yang harus dilakukan untuk modernisasi kapal selam. 

 "Saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi alutsista TNI. Khususnya kapal selam yang dimiliki TNI AL dan langkah yang akan dilakukan untuk melanjutkan modernisasi kapal selam," papar Hadi dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Kamis, 6 Mei 2021. 

Rapat kerja yang digelar tertutup tersebut juga menjadi kesempatan bagi TNI untuk menjelaskan secara detail terkait penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402. "Ini jadi kesempatan sangat baik untuk memberikan penjelasan terkait tenggelamnya KRI Nanggala. Kondisi alutsista dan rencana ke depan," imbuhnya.

Kapal selam buatan Jerman itu tenggelam di perairan utara Bali saat melakukan latihan penembakan torpedo pada 21 April lalu. "Latihan itu bagian dari pembinaan kesiapan operasional prajurit dan kesatuan," terang Hadi.

Kepala Staf TNI AL, Yudo Margono, menyebut perawatan kapal selam KRI Nanggala-402 dilakukan secara berkala. Pada 2012, kapal buatan 1977 itu dilakukan overhaul di Korea Selatan dan dinyatakan laik pakai hingga 2022. 

"Dapat dilihat riwayat pemeliharaan KRI Nanggala-402. Pada 2012, KRI Nanggala menjalani perawatan overhaul di galangan di Korea Selatan," ungkap Yudo.

Setiap tahun dilaksanakan proses pemeliharaan tingkat menengah di kotama hingga 2020. Kemudian, latihan penembakan torpedo merupakan latihan rutin yang bertujuan melatih kemampuan prajurit. Dalam hal ini, KRI Nanggala-402 terbiasa melaksanakan penembakan torpedo SUT. "Baik kepala perang maupun kepala latihan dengan berbagai sasaran, baik kapal permukaan maupun target latihan lainnya," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait