#Covid-19lampung#LAMPUNG

Pandemi Covid-19 Tekan Produktivitas Kue Tutun 

Pandemi Covid-19 Tekan Produktivitas Kue Tutun 
Perajin kue tutun atau kue keranjang, di Sawah Lama, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung. (Foto :Lampost.co/ Zainuddin)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dampak akibat adanya wabah virus Covid-19 ini tidak terasa oleh masyarakat umum. Berbagai usaha termasuk home industry turut merasakan dampak. Salah satunya adalah perajin kue tutun atau kue keranjang, yang berada di kelurahan Sawahlama, kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung. 

Hasan Kurniawan, pemilik usaha kue tutun, mengatakan, bahwa di saat sebelum masa pandemi saat ini. Usaha kue khas Tionghoa miliknya itu selalu dibanjiri pesanan bahkan hingga seribu pcs. 

"Lebih kurang kami sehari bisa seribu pcs. Nah, sekarang itu paling enggak cuma 700 pcs," ujarnya, Jumat 12 Februari 2021. 

Sehingga mau tidak mau, dirinya harus memutar otak untuk tetap aktif dan produksi selama masa pandemi ini, melihat adanya pesanan terutama untuk memperingati tahun baru Imlek. 

"Harganya tahun ini mau tidak mau ada kenaikan dari tahun sebelumnya (wabah covid-19),  terutama harga beras ketan yang agak lebih tinggi dari tahun kemarin. Sekarang kalau dari kami harganya Rp24ribu per Kg,  kalau tahun kemarin Rp23ribu ada kenaikan 1000," kata dia. 

Pada saat sebelum masa pandemi ini, dirinya selalu menerima pesanan kue selama beberapa Minggu, dengan jumlah pesanan berkisar antara seribu per hari. 

"Jika pada tahun sebelumnya bisa 2000 pcs dalam sehari produksi, dan waktunya panjang selama tiga Minggu karena peminatnya banyak. Tapi, saat ini dalam sehari hanya produksi 700 pcs kue keranjang dan waktunya pun hanya seminggu pembuatan," ujarnya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait