#Pendidikan#Covid-19#pendidikananak#anak#paud

Pandemi Covid-19 Jangan Sampai Sita Perhatian Anak

Pandemi Covid-19 Jangan Sampai Sita Perhatian Anak
Mobil Pintar LPHPA Lampung saat menemui anak-anak di Kelurahan Sukamaju-Teluk Betung Timur, Bandar Lampung. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anak-anak usia dini di Provinsi Lampung harus menjadi perhatian semua pihak, bukan hanya orangtua, tetapi juga pemerintah.

Ketua Lembaga Pemerhati Hak Perempuan dan Anak (LPHPA) Provinsi Lampung, Toni Fisher mengatakan mayoritas penduduk Provinsi Lampung didominasi generasi Z dan milennial. Proporsi generasi Z sebanyak 27,80% dari total populasi (2,48 Juta orang) dan generasi milennial sebanyak 26,54% dari total populasi Provinsi Lampung. 

"Jangan sampai pandemi covid-19 membuat anak-anak minim mendapatkan pendidikan dan buta baca tulis. Masa depan anak-anak usia dini perlu menjadi perhatian yang serius," kata Toni, Minggu, 9 Mei 2021. 

Baca: Gubernur Bagikan 250 Paket Santunan Anak Yatim dan Duafa

 

Toni menjelaskan, dari 9.007.848 jiwa jumlah penduduk Provinsi Lampung sebanyak 34% atau 3.021.881 jiwa adalah anak-anak dan 25,68% atau 775.885 jiwa adalah anak-anak berusia di bawah 5 tahun (Lampung Dalam Angka, 2021). Sebagian anak tersebut yang mengikuti PAUD hanya 33,54%, lebih rendah dari rata-rata nasional 38,61%. 

"Masalah perlindungan anak terutama anak usia dini (golden age) menjadi perhatian utama. Pertumbuhan anak harus berkualitas. Anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar," katanya.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung telah berkomitmen dengan salah satu program prioritasnya, yaitu Prioritas yang ke-8 (Perlindungan Anak) serta Janji Kerja ke-16 (insentif Guru PAUD) dan Janji Kerja ke-26 (Lampung Ramah Perempuan dan Anak). Namun melihat rendahnya jumlah kepesertaan anak-anak usia dini mengikuti PAUD, perlu ada upaya yang lebih masif untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas PAUD yang mungkin ini menjadi tugasnya kabupaten/kota untuk mempersiapkan generasi penerus SDM pembangunan Provinsi Lampung.

"Realitas di lapangan yang ditemui, di samping jumlah PAUD sangat kurang kualitasnya pun banyak yang memprihatinkan," katanya.

Salah satunya, PAUD Al Rahayah di Garuntang Bandar Lampung yang merupakan fasilitas pendidikan anak usia dini namun kurang ramah anak. PAUD ini merupakan inisiatif masyarakat, dengan keterbatasannya berjuang demi pendidikan anak usia dini dan patut diapresiasi serta tentunya sangat perlu kehadiran pemerintah (Kota Bandar Lampung) serta Provinsi Lampung sesuai dengan visi misi, program prioritas, dan janji kerjanya.

Di luar anak-anak yang masuk PAUD, mereka bertebaran di pinggiran kota dan kampung-kampung dengan keterbatasan pendidikan orang tuanya, akan berhadapan dengan kesulitan untuk belajar di sekolah dasar diantaranya belum bisa membaca dan tidak sedikit yang ditemui sudah kelas 2 SD belum lancar membaca dan belum mendapat pembiasaan belajar. Tentu ini menghambat proses belajar mengajar dan akan lebih sulit lagi belajar secara daring yang tak dipungkiri berdampak ketergantungan pada gadget (gawai).

Di tengah hiruk pikuk covid-19, pemerintah tersita perhatiannya untuk penanganan pandemi itu. Tapi kehilangan fokus pada pendidikan anak usia dini lebih berbahaya dari wabah itu sendiri. Untuk itu sepatutnya bersikap proporsional, dengan berbagai pembatasan protokol kesehatan, pendidikan anak usia dini jangan lengah dan tetap berjalan seoptimal mungkin dengan tertib terkendali mengejar ketertinggalan pendidikan generasi emas sehingga bonus demografi menjadi keuntungan kompetitif masa depan masyarakat Lampung Berjaya dan bangsa Indonesia Maju.

"Bila tidak, sebaliknya akan menjadi beban dan competitive disadvantage. Semoga semangat membangun PAUD baik oleh masyarakat secara mandiri maupun subsidi pemerintah atau murni pemerintah semakin masif diupayakan meskipun pembatasan akibat pandemik terus dijalankan dengan protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah demi terpenuhinya hak anak untuk tumbuh kembang," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait