#terorisme#radikalisme

Pandemi Covid-19 Disebut Jadi Momentum Teroris Sebarkan Paham Radikal

Pandemi Covid-19 Disebut Jadi Momentum Teroris Sebarkan Paham Radikal
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pendiri NII Krisis Center Ken Setiawan menyebut maraknya penangakapan terduga teroris merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. 

Menurutnya, pendemi covid-19 jadi momentum bagi para teroris untuk melancarkan aksi dengan menanamkan paham radikal kepada masyarakat. Pasalnya, kebijakan pemerintah yang dianggap tumpang tindih kerap dijadikan alasan untuk membangun ketidak-percayaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pada dasarnya mereka (Teroris) bukan ingin memperbaiki keadaan, tetapi ingin mengubah dengan cara mereka sendiri. Seringkali mengatasnamakan Islam karena itu agama yang dianut secara mayoritas," katanya, Selasa, 17 Agustus 2021.

Baca: Tujuh Terduga Teroris di Lampung Anggota JI

 

Menempelkan label radikal dalam Islam juga merupakan salah kaprah. Sebab, Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin, membawa rahmat untuk semua umat.

"Cinta kasih sesama manusia diajarkan kepada kita, bukan paham radikal," katanya.

Dia mengimbau agar masyarakat memahami agama tidak hanya dari satu sumber, terlebih hanya dari media sosial.

"Masyarakat harus kritis, jangan diam saja. Lawan berita-berita hoaks yang akan membuat perpecahan," katanya.

Ia juga menyebut, banyak kelompok radikal yang giat menggalang dana melalui lembaga kemanusiaan, seperti penyebaran kotak amal, donasi bencana alam, dan sejenisnya.

"Karena mereka tahu kalau orang Indonesia banyak yang dermawan. Jadi dengan cara itu efektif untuk mengumpulkan dana  agar bisa terus beraksi," kata dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait