hotel

Pandemi Akibatkan Okupansi Hotel Tak Capai Target

Pandemi Akibatkan Okupansi Hotel Tak Capai Target
Foto: Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Lampung menyatakan bahwa pada libur Natal dan tahun baru 2021 kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, baik dari segi okupansi yang mendasari pengurangan aktivitas pengunjung hotel akibat pandemi Covid-19.

“Pandemi ini tak hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga di dunia sehingga kita harus menerima dan jalani meskipun yang memang perubahan sedikit terjadi,” kata Sekretaris BPD PHRI Lampung Friandi Indrawan, Jumat, 25 Desember 2020.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa okupansi yang terjadi pada industri hotel pada libur nataru kali ini tak mencapai target yang dinginkan. Dimana pada tahun kemarin target PHRI memenuhi capaian yakni di angka 90 persen namun untuk tahun ini hanya 70 persen.

“Faktor yang mendasari beberapa faktor ya, seperti pemangkasan waktu libur, hingga aturan tak ada perayaan pesta tahun baru itu jadi alasan, namun kami menyadari bahwa hal tersebut semata karena kepedulian terhadap keselamatan banyak orang,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa salah satu faktor yang mendasari penurunan okupansi ialah banyaknya calon pengunjung yang lakukan pembatalan penginapan. “Awal bulan di minggu pertama Desember reservasi ada 80 persen, tapi pembatalan sekitar 10 persen diakibatkan pembatasan perjalanan dan lain sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, kekhawatiran akan daerah yang berstatus zona merah juga jadi dasar adanya pembatalan pengunjung hotel. “Status daerah di Provinsi Lampung kan ada yang orange dan merah. Khusus untuk Bandar Lampung sendiri status zona merah jadi menurut saya ini jadi kekhawatiran banyak orang,” ungkap dia.

Meskipun di luar target, PHRI merasa bahwa capaian okupansi hotel di Lampung sudah baik. “Ini kondisi yang tidak bisa kita hindari, hampir semua daerah merasakan. Menurut saya 70 persen sudah baik,” tegasnya. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait