#rerie#pancasila

Pancasila Diyakini Jadi Roh Indonesia Jawab Tantangan Zaman

Pancasila Diyakini Jadi Roh Indonesia Jawab Tantangan Zaman
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Nilai-nilai Pancasila perlu dibangkitkan sebagai roh dan jiwa bangsa Indonesia untuk menjawab berbagai tantangan zaman.

"Di era ini muncul berbagai tantangan terhadap kebangsaan akibat dinamika yang terjadi di berbagai bidang dunia," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, saat membuka diskusi daring bertema Pancasila dan Tantangan-Tantangan Kebangsaan, yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu, 2 Juni 2021.

Menurut Lestari, dengan berbagai tantangan yang dihadapi, bangsa Indonesia perlu menegaskan jati dirinya lewat pengamalan sejumlah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Apalagi, tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, Pancasila bagian dari empat konsensus kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa.

Agar mampu menjalankan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat, anak bangsa harus mampu membumikan pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam sikap dan perilaku kesehariannya.

Ketua STFK Ledalero, Maumere, Flores, Otto Gusti Madung, mengungkapkan bangsa Indonesia dewasa ini sedang menghadapi sejumlah tantangan yang dapat membahayakan persatuan bangsa.

Tantangan itu antara lain radikalisme agama, globalisme ekonomi, kesenjangan sosial, dan korupsi. Sementara bangsa Indonesia berada dalam pergaulan global. Untuk itu, usaha untuk menghidupi Pancasila sebagai landasan etis kehidupan bangsa harus ditempatkan dalam dialog dengan etika politik global yakni faham hak-hak asasi manusia.

Ketua DPP Partai NasDem, Atang Irawan, menilai globalisasi dan kebencian terhadap orde baru berdampak pada pemahaman anak bangsa terhadap pelaksanaan nilai-nilai Pancasila.

Pascaorde Baru, terjadi sejumlah perubahan pola pengajaran Pancasila terhadap generasi muda, yang berdampak konfigurasi materi ajar terkait Pancasila jauh berkurang. Sehingga, generasi muda saat ini sangat minim pemahamannya terkait nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Ditambah lagi dengan adanya globalisasi yang memungkinkan cara pandang dari luar bebas masuk ke setiap individu dan mempengaruhi cara pandang dan cara berpikir anak bangsa.

"Untuk itu harus segera dilakukan pembenahan secara sistematis melalui kebijakan dan sistem pendidikan yang tepat untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan setiap warga negara," kata dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait