tenggelammayat

Pamit Cari Keong, Warga Paduanrajawali Ditemukan Tewas Terapung

( kata)
Pamit Cari Keong, Warga Paduanrajawali Ditemukan Tewas Terapung
Jasad korban saat berada di rumah duka. Dok

MENGGALA (Lampost.co) -- Seorang warga Kampung Paduanrajawali, Kecamatan Meraksaaji, Tulangbawang ditemukan tewas. Lelaki yang memiliki riwayat keterbelakangan mental itu, ditemukan tidak bernyawa di aliran kanal sungai Tulangbawang.

"Korban Mistur warga Kampung Paduanrajawali. Ditemukan meninggal dunia pada Kamis, 9 Juli 2020, sekitar pukul 21.10 WIB, di Kanal Sudetan, arah Sungai Tulangbawang, Kampung Paduan Rajawali," kata Kapolsek Gedungaji Ipda Arbiyanto, Jumat, 10 Juli 2020.

Arbiyanto menjelaskan, sehari sebelum ditemukan tewas, Rabu 8 Juli 2020 sekira pukul 08.00 WIB, korban pamit kepada sang ibu untuk pergi mencari keong mas dengan mengendarai sepeda.

Namun hingga selepas adzan salat zuhur atau sekitar pukul 13.00 WIB korban tidak kunjung kembali ke rumah. Sang ibu lantas memberitahukan adik korban Muslimin (24) perihal korban tidak kunjung pulang.

Keluarga korban dibantu warga sekitar memutuskan untuk mencari keberadaan korban hingga petang, namun tidak membuahkan hasil. Keesekokan harinya keluarga dan warga sekitar, lanjut Arbiyanto, kembali melalukan upaya pencarian mulai dari pagi hingga petang, namun kembali tidak membuahkan hasil.

Malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB, upaya pencarian terhadap korban terus dilakukan keluarga dengan menyusuri kanal sudetan. 
Usaha itu pun membuahkan hasil. Namun sayang korban ditemukan tewas terapung di kanal sudetan.

Dari hasil Visum Et Repertum (VER) petugas medis di lokasi, terang dia, terdapat luka lebam di tubuh korban. "Luka lebam di pipi dan dibagian pelipis mata sebelah kiri yang diduga akibat benturan dengan kayu saat korban terbawa arus air, karena di kanal itu banyak pohon. Kuat dugaan penyebab korban meninggal, karena terjatuh dan masuk ke dalam kanal lalu tenggelam," ujar Arbiyanto.

Menurut keterangan keluarga korban, imbuh dia, Mistur memiliki riwayat keterbelakangan mental. "Pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah. Mereka juga telah sepakat membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap korban," katanya.

 

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar