#Kesehatan#KebiriKimia#PredatorAnak

Pakar Urologi Jelaskan Hukuman Kebiri Kimia

Pakar Urologi Jelaskan Hukuman Kebiri Kimia
Ilustrasi/Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) — Dian Ansori oknum  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur divonis 20 tahun penjara dan kebiri kimia. Lalu, apa sebenarnya kebiri kimia menurut ilmu kedokteran?

Lampost.co menghubungi salah satu spesialis urologi Lampung, dokter Dwi Cahyo SpU, untuk mengetahui lebih lengkap apa itu kebiri kimia beserta efek sampingnya.

Dwi Cahyo mengatakan kebiri kimia merupakan tindakan yang dilakukan untuk menurunkan kadar testosteron pria menggunakan obat. Sedangkan testosteron adalah hormon yang memengaruhi libido atau nafsu seks pria.

“Kebiri kimia itu dikasih obat supaya produksi hormonnya berkurang ke level rendah, jadi keinginan seksualnya jadi berkurang. Sifatnya hanya sementara, tapi itu obatnya harus diberikan terus-menerus,” ujarnya Kamis, 11 Februari 2021.

Ia mengatakan bahwa suntikan kebiri kimia itu tidak berdampak buruk bagi kesehatan penerima. Karena suntikan hanya bersifat menurunkan libido dalam jangka waktu sementara.

“Misalnya ada suntikan sebulan sekali, tiga bulan sekali dan kalau tidak disuntik hormon testosteron akan tinggi lagi. Kalau prosesnya bertahun-tahun ya bisa berpengaruh terhadap kesehatan,” kata dia.

Untuk efek jangka panjang, lanjut Dwi Cahyo, dapat menyebabkan si penerima suntikan menjadi lemas dan tidak memiliki semangat hidup seperti orang normal pada umumnya.

“Dampak jangka panjang menyebabkan si penerima suntik akan menjadi lemas, dan tidak memiliki semangat karena kan hormon ini mempengaruhi semangatnya,” ujarnya.

Adanya vonis hukuman tersebut bagi para predator anak (pedophilia) dr. Dwi Cahyo menyerahkan sepenuhnya kepada para pihak yang berkepentingan.

“Karena itu kan sudah dilakukan pengkajian oleh para pihak dan para ahli yang berkepentingan, tentunya kami mendukung saja,” ujarnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait