#pakanternak#pakanayam#telur#ternak

Pakan Ayam Mahal Disebut Jadi Pemicu Kenaikan Harga Telur di Lampung

Pakan Ayam Mahal Disebut Jadi Pemicu Kenaikan Harga Telur di Lampung
Ilustrasi ternak ayam. Antara/Adeng Bustomi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga telur ayam di Provinsi Lampung terus terkerek seiring terjadinya lonjakan pada harga pakan ternak. 


Ketua Perhimpuan Insan Peternakan Rakyat (Pinsar) Petelur Nasional (PPN) Provinsi Lampung, Jenny Soelistiani mengatakan, para peternak dengan terpaksa mengimbangi harga beli pakan dengan menaikkan harga jual telur. 

"Sebelum telur naik, pakan ayam sudah naik. Bahkan selama sembilan bulan terakhir harga telur di bawah harga pokok penjualan (HPP) yang merugikan peternak. Dengan kenaikan pakan berkali-kali, peternak melakukan afkir dini sehingga produksi telur turun dan harga bisa naik," ungkap dia, Kamis, 19 Mei 2022. 

Baca: Harga Cabai di Bandar Lampung Terjun hingga 75%

 

Harga pakan ayam sudah mulai bergerak naik jelang Lebaran 2022. 

"Harga pakan ayam waktu itu sudah mencapai Rp8 ribu dari sebelumnya Rp5.500 per kilogramnya," terang dia. 

Selain pakan ayam, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menjadi pemicu kenaikan harga telur. Pasalnya, pendistribusian telur membutuhkan konsumsi BBM yang tak sedikit. 

"Jadi, situasi ini di luar kekuatan peternak," kata dia. 

Sementara itu, pedagang telur di Pasar pasir Gintung, Bandar Lampung, Iswono mengungkapkan, kenaikan harga telur sudah terjadi dalam sepekan terakhir. 

"Sekarang harganya Rp27 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp25 ribu sampai Rp26 ribu per kilogram," ujarnya. 

Dia berharap harga telur lekas kembali normal agar para pedagang dan pembeli tidak kesulitan. 

"Takutnya pembeli terus menurun dan para pedaang pun merugi," kata dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait