#beritalampung#beritatubaba#paripurna

PAD Tubaba Diproyeksi Naik Rp33,5 Miliar

PAD Tubaba Diproyeksi Naik Rp33,5 Miliar
Lampost.co/Merwan


Panaragan (Lampost.co): Pendapatan daerah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dalam KUA-PPAS APBD perubahan 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp33,5 miliar dari Rp864,9 miliar menjadi Rp898,4 miliar.

Kenaikan tersebut diketahui setelah Pj bupati Tubaba Zaidirina menyampaikan KUA-PPAS anggaran perubahan 2022 dan KUA-PPAS APBD 2023 dalam sidang paripurna, Kamis 4 Agustus 2022

Zaidirina mengatakan kenaikan pendapatan daerah tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semula ditargetkan sebesar Rp46,3 miliar bertambah menjadi Rp55,8 miliar.

Sedangkan, pendapatan transfer semula Rp818,6 miliar bertambah menjadi Rp837 miliar dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah, semula nol menjadi Rp5,5 miliar. "Dalam anggaran perubahan 2022 ini kita proyeksi naik. Kenaikan ini berasal dari berbagai sumber pendapatan," kata dia

Untuk belanja daerah, kata dia, diproyeksikan sebesar Rp847,9 miliar naik menjadi Rp881,5 miliar. Belanja tersebut terdiri dari Belanja Operasi dan Modal semulaRp707,4 miliar menjadi Rp745,3 miliar. "Sementara untuk belanja tidak terduga semula sebesar Rp9 miliar turun menjadi Rp4 miliar dan belanja transfer semula Rp131,4 miliar menjadi Rp132,1 miliar," ujarnya.

Sementara itu, untuk Pendapatan Daerah Tahun 2023 ditargetkan sebesar Rp923,6 miliar. Pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp44,8 miliar, Pendapatan Transfer, Rp878,7 miliar.

Sedangkan, Belanja Daerah Tahun 2023 diproyeksikan sebesar Rp880,6 miliar. Belanja Operasi Rp612,9 miliar, Belanja Modal Rp131,1 miliar, Belanja Tidak Terduga Rp2,5 miliar, Belanja Transfer Rp,134 miliar.

Selanjutkan, Target Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun 2023 Rp8 miliar. Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Daerah diproyeksikan Rp50,9 miliar.

Zaidirina berharap pembahasan APBD perubahan 2022 dan APBD 2023 tersebut dapat dibahas ditingkat legeslatif untuk disahkan menjadi APBD. "Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota dewan yang menjadwalkan pembahasan APBD Perubahan 2022 dan APBD murni 2023 ini. Harapan saya APBD segera disahkan menjadi APBD," kata dia.

Dia mengatakan selain untuk kegiatan pembangunan, prioritas kegiatan yang akan dilakukan ditahun anggaran 2023 adalah membiayai kegiatan tahapan pemilu 2024. "Ada beberapa anggaran tahapan pemilu akan dilakukan di APBD 2023. Bahkan, di APBD perubahan 2022 kita juga akan menyiapkan Mall pelayanan publik termasuk membangkitkan ekonomi kerakyatan," ujarnya.

Dalam sidang paripurna tersebut ada hal yang menarik yang dilakukan kelompok mosi tidak percaya untuk memuluskan sidang paripurna tersebut. Kelompok mosi mengambil alih sidang dengan memandatkan pimpinan sidang kepada wakil ketua I Busroni meskipun ketua dewan hadir dalam paripurna tersebut.

Langkah ini, membuat sidang paripurna kourum dengan dihadiri 29 dari 30 anggota. Meskipun paripurna berjalan mulus proses pengambil alihan sidang tersebut tidak melalui penyerahan palu pimpinan sidang dari ketua kepada wakil ketua. Bahkan, dalam sidang tersebut juga tidak dilakukan penyerahan draf APBD seperti paripurna sebelumnya.

"Kami beri tolerasi kepada ketua untuk hadir di sidang paripurna ini. Tapi, kami tetap tidak menginginkan dia untuk memimpin sidang. Ini menjadi kesepakatan kami agar sidang paripurna kourum agar tidak menggangu agenda pembangunan," ujar ketua Komisi I Yantoni yang juga ketua DPC Gerindra setempat.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait