#investasi

Pacu Investasi Lampung Hidupkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja

Pacu Investasi Lampung Hidupkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Provinsi Lampung merupakan wilayah yang strategis di Pulau Sumatra. Geliat investasi akan terus didorong guna menghidupkan perekonomian dan membuka lapangan kerja. Di tengah pandemi, target investasi pertriwulan I tahun 2021 realisasinya sudah berada di angka Rp6,7 triliun, atau sudah berada di angka 62,45 persen dari target investasi Lampung 2021 sebesar Rp10,8 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan mengatakan pihaknya terus berusaha untuk menghidupkan perekonomian Lampung di tengah pandemi dan terus mendukung peningkatan pertumbuhan investasi di Lampung.

"Upaya mengundang investor asing maupun domestik sangat intens dilakukan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Termasuk dalam upaya menyiapkan potensi proyek strategis agar clear and clear, sehingga makin menarik calon investor," katanya kepada Lampost, Kamis, 15 Juli 2021.

Kemudian ia mengatakan dalam kerangka Forum Investasi Lampung (Foila), Provinsi Lampung sudah memperoleh status Regional Investor Relation Unit (RIRU) sejak tahun 2020. Sehingga mendapatkan kesempatan untuk ikut berbagai promosi investasi dan perdagangan internasional.

Melalui kerjasama Kantor Perwakilan Bank Indonesia di luar negeri meliputi Singapore, Tokyo, Beijing, New York dan London dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat. Daerah-daerah difasilitasi utuk mengikuti promosi investasi dan perdagangan internasionl. Termasuk Lampung juga telah mengikuti beberapa event internasional yang diselenggarakan beberapa waktu lalu termasuk melalui virtual karena sedang pandemi covid-19.

"Beberapa event tersebut difollowup dengan one on one meeting yang menunjukkan minat dari calon investor. Kedepan dengan telah berlakunya UU Ciptaker, diharapkan semakin memudahkan investor untuk berinvestasi di Provinsi Lampung," katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung, Yudhi Alfadri mencatat investasi yang masuk ke Lampung selama kepemimpinan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi terus tunjukan tren positif. Dari target investasi tahun 2021 sebesar Rp.10,8 triliun pada triwulan I tahun 2021 ini saja sudah diangka Rp6,7 triliun atau 62,45%

Menurutnya, jumlah investasi yang masuk ke Lampung baik merupakan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Dengan total proyek yang berada di PMDN sebanyak 363 proyek, dan PMA sebanyak 79 proyek. Untuk minat investor, proyek PMA sendiri kebanyakan didominasi sektor industri makanan dan pangan serta perkebunan. Sementara PMDN didominasi perdagangan, reparasi, konstruksi, pangan dan perekonomian, serta jasa hotel dan restoran.

"Daerah yang terbanyak mendapatkan PMDN yaitu di Bandar Lampung dengan total 142 proyek, menyusul dibelakangnya Metro, Lampung Selatan dan Lampung Tengah. Proyek PMA juga terbanyak ada di Bandarlampung, Lampung Tengah dan Lampung Selatan. Datangnya investor ke Lampung dapat memunculkan tenaga kerja baru. Serapannya signifikan, proyek yang di gelar PMA menyerap 27.217 tenaga kerja. Begitu juga PMDN yang menyerap 5.871 tenaga kerja," kata Yudhi.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait