#teknologi#laporanPhising#digital

PaNDI Temukan 16.468 Laporan Phising Selama 5 Tahun 

PaNDI Temukan 16.468 Laporan <i>Phising</i> Selama 5 Tahun 
PaNDI menemukan 16.468 laporan phising selama lima tahun. (Foto:Dok. PaNDI)


Jakarta (Lampost.co)-- Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PaNDI) baru saja menggelar acara tahunan PaNDI Meeting 12 yang dihelat secara virtual dan meresmikan Indonesia Anti-Phishing Data Exchange.

Tujuan dari peresmian itu untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam memerangi phising. Mengambil tema 'Langkah Kemajuan atas Ketahanan dan Kehadiran Digital Bangsa Indonesia', PaNDI menyoroti phishing yang kerap terjadi di dunia digital.

Dalam laporannya, PaNDI menyebutkan selama kurun waktu lima tahun terakhir terdapat 16.468 laporan phishing yang terjadi di domain .id. Pembentukan Indonesia Anti-Phishing Data Exchange sendiri merupakan upaya meningkatkan ketahanan digital ekosistem internet Indonesia dari sisi keamanannya.

"Peran melawan phishing sangat penting karena pertumbuhan internet yang semakin massif membuat kita perlu meningkatkan kemananan dan ketahanan di internet dari serangan phishing yang semakin banyak," ungkap Ketua PaNDI, Yudho Giri Sucahyo, Sabtu, 21 Agustus 2021.

PaNDI juga merayakan keberhasilannya atas pencapaian menjadi juara di Asia Tenggara atas domain terbanyak di Asia Tenggara.

Keberhasilan PaNDI menjadi domain nomor satu terbanyak di Asia Tenggara dan pertumbuhan tercepat di dunia merupakan kerja keras segenap keluarga PaNDI, bersama seluruh pemangku kepentingan serta mitra PANDI yang telah berusaha keras untuk percepatan digitalisasi agar seluruh lapisan masyarakat merasakan manfaatnya.

"Jumlah pengguna domain.id baru mencapai 35 persen atau posisi kedua dari jumlah domain yang ada di Indonesia, ke depannya kami mengajak pemangku kepentingan, swasta dan masyarakat menggunakan domain.id," kata Yudho.

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait