pengadilanagama

PA Gunung Sugih Nyaris Sapu Bersih Perkara 2020

PA Gunung Sugih Nyaris Sapu Bersih Perkara 2020
Foto: dok. Humas PA Gunung Sugih


GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Pengadilan Agama (PA) Gunung Sugih berhasil menuntaskan 2.659 perkara yang masuk atau 99,74 persen dari total perkara yang ditangani selama 2020 sebanyak 2.666. 

"Kami berupaya memberikan pelayanan cepat, sederhana, dan berbiaya ringan," ungkap Hj. Sartini, ketua Pengadilan Agama Gunung Sugih, Rabu (30/12/2020) di gedung PA Gunung Sugih. 

Menurut Sartini, sisa perkara PA Gunung Sugih tahun 2020 adalah 7 perkara (0,26%). Sisa perkara tersebut terdiri dari cerai gugat 5 perkara, wakaf 1 perkara, dan cerai talak 1 perkara. 

Sartini menjelaskan, PA Gunung Sugih menangani jenis perkara yang bervariatif. Ada ekonomi syariah 3 perkara, wakaf 1 perkara, waris 1 perkara, dispensasi kawin 165 perkara, dan pengesahan nikah 178 perkara, di samping perkara cerai gugat dan cerai talak dengan jumlah terbanyak, masing-masing 1.714 dan 504 perkara.

Tahun 2020 terdapat 22 perkara yang pihak penggugat/pemohon berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Rincian perkara tersebut adalah izin poligami 5 perkara, cerai talak 7 perkara, dan cerai gugat 10 perkara.

Pada 1 Desember 2020, PA Gunung Sugih menyidangkan 61 permohonan isbat nikah mandiri di Kampung Terbanggi Ilir, Kecamatan Badar Mataram. Sidang isbat nikah ini terlaksana berkat kerja sama PA Gunung Sugih dengan Kantor Kampung Mataram Ilir.

"Program sidang isbat nikah seperti ini memudahkan pasangan suami istri yang telah menikah secara Islam, namun belum memiliki buku nikah, untuk mendapatkan legalitas pernikahan mereka. Ke depan, program ini akan kami laksanakan secara terpadu bersama dengan Kantor Kementerian Agama dan Disdukcapil Kabupaten Lampung Tengah," ungkap Sartini. 

PA Gunung Sugih pada 2020 menangani 6 permohonan eksekusi Hak Tanggungan dari bank syariah. Rincian permohonan tersebut adalah 1 permohonan tahun 2014, 2 tahun 2017, dan 3 tahun 2019. 

Ada 1 permohonan eksekusi tahun 2014 belum terlaksana karena masih tahap lelang dan belum ada penawaran. Satu permohonan tahun 2017 damai, sedangkan 1 lagi tahap sita eksekusi. Adapun permohonan tahun 2019, 2 damai, dan 1 lagi tahap sita eksekusi. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait