#pembunuhan

Otak Pembunuhan di Lamteng Selingkuhan Korban

Otak Pembunuhan di Lamteng Selingkuhan Korban
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung bersama Polres Lampung Tengah meringkus empat pelaku pembunuhan terhadap Tarmizi Maherat (57). Dok Lampost


Bandar Lampung  (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung bersama Polres Lampung Tengah meringkus empat pelaku pembunuhan terhadap Tarmizi Maherat (57). Dia ditemukan tewas di Danau Bekri, Kecamatan Bekri, Lamteng.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan terhadap warga Rajabasa Nunyai, Bandar Lampung itu dilandasi asmara. Dengan kekasih gelap korban, yakni Caca alias Chelsea (22), warga Kemiling, Bandar Lampung, menjadi otak kejahatan tersebut.

Dirkrimum Polda Lampung, Kombes Reynold EP Hutagalung, menjelaskan ke empat pelaku diringkus di lokasi berbeda.

"Keempatnya pelaku pembunuhan berencana," ujar Reynold, Rabu, 29 Juni 2022.

Dia mengatakan pembunuhan itu berawal dari Caca yang mengajak kekasihnya BG, warga Bekri, untuk menghabisi nyawa korban. Caca membuat rencana pembunuhan lantaran sakit hati karena selama delapan bulan menjalin cinta terlarang.

Korban juga tidak kunjung membelikan mobil dan rumah yang dijanjikan. Sebab, korban menjanjikan kehidupan mewah sejak menjalin asmara.

Untuk itu, Caca mengajak kekasihnya BG yang merupakan mahasiswa di Bandar Lampung itu untuk membunuh korban. Kemudian BG mengajak adik kandungnya AT (17) dan seorang rekan AT yakni, AD (18), warga Desa Tanjungrejo Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.

Kemudian, Caca menghubungi korban untuk bertemu di sebuah penginapan sekitar Rajabasa, pada 21 Juni 2022. Korban pergi menggunakan mobil.

Setelah bertemu, Caca mengajak korban ke arah Panjang menemui AG, AD dan AT. Korban dan empat pelaku menuju ke Pantai Sebalang. Saat di perjalanan, seorang pelaku mencekik korban. Namun, pengusaha tersebut hanya pingsan dan belum meninggal dunia.

Untuk itu, komplotan itu menuju Bekri untuk menganiaya. Korban dihantam menggunakan batu di kepalanya hingga tewas. Kemudian pelaku menggali tanah dan mengubur korban.

Selanjutnya, pelaku berkumpul di rumah Caca merencanakan pergi ke Jakarta. Pelaku juga menjual mobil korban Rp150 Juta. Setelah itu pasangan kekasih Caca dan AG kabur ke Ogan Komring Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Tersangka AT dan AD, masing-masing ditangkap sedang tidur di rumahnya. Sementara, pasangan Caca dan AG ditangkap di hotel sekitar OKI.

Seluruh tersangka terancam Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait