covid-19

Organda Harap Pemerintah Perhatikan Bantuan Covid-19 untuk Anggotanya

Organda Harap Pemerintah Perhatikan Bantuan Covid-19 untuk Anggotanya
(dok. Republika)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Lampung mengharapkan pemerintah mau memperhatikan nasib para anggotanya. Sebab, hingga saat ini tak ada bantuan dampak Covid-19 yang tersentuh oleh anggota Organda. 

"Sampai sekarang sudah mau sembilan bulan Covid-19, anggota kami hanya 10 persen saja yang menerima bantuan dampak Covid-19," kata Ketua Organda Lampung Ketut Pasek kepada Lampost.co, Jumat, 8 Januari 2020. 

Menurutnya, pemerintah baik daerah ataupun nasional tebang pilih untuk bantuan yang diberikan ke masyarakat. "Contohnya BLT untuk karyawan di bawah gaji Rp5 juta, anggota kami tidak bisa menerimanya, dan bantuan lainnya juga," ujarnya. 

Padahal anggotanya merupakan kalangan menengah ke bawah yang sama-sama membutuhkan bantuan dari pemerintah. "Untuk kami pelaku usahanya saja tidak menerima bantuan, padahal ya cukup terbebankan dengan pembatasan penumpang demi menjaga dari penularan Covid-19 di dalam kendaraan umum," ujarnya. 

Ia juga mengatakan, jika dibandingkan dengan para pelaku ojek online. Angkutan darat merupakan transportasi yang sah di mata hukum. "Kami merasa dianaktirikan, tapi kami berharap semoga saja Corona ini segera berlalu agar perekonomian kami juga tak carut marut seperti sekarang," ujarnya. 

Namun di sisi lain, ia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian ASDP khususnya yang dilakukan di Bakauheni karena telah melakukan pengecekkan swab antigen kepada supir secara gratis. 

"Untuk program pemerintah melalui ASDP ini saya apresiasi dan ucapkan terima kasih. Jadi anggota kami yang lintasi jalur laut dan luar Sumatera jadi lebih aman ya, akan terlihat kondisi badannya seperti apa," katanya.

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait