#Covid-19#Lampung

Operasional RS Darurat Covid-19 Lampung Disetop

Operasional RS Darurat Covid-19 Lampung Disetop
Rumah Sakit (RS) Pertamina Bintang Amin Ekstensi Asrama Haji alias RS Darurat Covid-19 Lampung. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) RI Provinsi Lampung menyatakan Rumah Sakit (RS) Pertamina Bintang Amin Ekstensi Asrama Haji atau RS Darurat Covid-19 di Komplek Asrama Haji Lampung sudah tidak beroperasi sejak Jumat, 31 Desember 2021 lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelengara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Lampung, Ansori F. Citra menjelaskan, perjanjian alihfungsi gedung menjadi RS Darurat ini memang disepakati satu tahun. Namun, kesepakatan tersebut dipercepat seiring penurunan kasus covid-19. 

"Perjanjian awal berlaku sejak Juli 2021 hingga Juli 2022," kata dia, Jumat, 7 Januari 2022. 

Baca: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis 2 di Lampung Masih Timpang

 

Ia menerangkan, pendirian RS Darurat pada pertengahan 2021 lalu memang dilatar-belakangi lonjakan angka kasus penularan covid-19. RS Darurat didirikan berdasarkan kerja sama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kemenag RI.  

"Tetapi, alhamdulillah. Terhitung sejak diresmikan, RS Darurat yang dikelola PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (Pertamedika IHC) ini cuma merawat lima pasien," katanya.  

PT Petramediaka IHC pun, kata dia, memutuskan kerja sama dengan pemerintah dan memutuskan menyetop operasional RS Darurat karena tidak ada pasian covid-19 yang perlu ditangani.

"Jadi RS tersebut beroperasi kurang lebih hanya selama enam bulan saja," jelas Ansori.  

Ia menjelaskan, RS Darurat juga akan segera dikembalikan sebagai Gedung Multazam yang berfungsi sebagai asrama calon jemaah haji. 

"Peralatan kesehatan setengahnya sudah diangkut. Ruangan akan diperuntukan seperti semula," sambung dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait