#keretaapi#transportasi#beritalampung

Operasional KA Lubuklinggau-Palembang Kembali Dibuka

( kata)
Operasional KA Lubuklinggau-Palembang Kembali Dibuka
Suasana di Stasiun Kertapati Palembang. Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo


Palembang (Lampost.co): PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengoperasionalkan Kereta Api (KA) tujuan Kota Palembang-Lubuklinggau maupun sebaliknya mulai 24 September 2020. Penumpang diwajibkan membawa surat keterangan sehat yang dibuktikan dari hasil rapid tes ataupun swab tes yang berlaku selama 14 hari.
 
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan operasional KA Palembang-Lubuklinggau maupun sebaliknya lantaran tingginya minat dan saran dari masyarakat yang ingin meminta jalur tersebut kembali dibuka.

"Untuk kapasitas okupansi penumpang akan dibatasi menjadi 70 persen dari tiket yang dijual dan penempatan tempat duduk akan diatur sesuai protokol kesehatan covid-10," kata Aida, Senin 21 September 2020.

Pihaknya juga menyediakan pemeriksaan rapid tes dengan biaya Rp85 ribu yang disiapkan di stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, dan Lubuklinggau. Bagi masyarakat yang hendak melakukan rapid tes di stasiun dimita datang maksimal satu hari sebelum keberangkatan untuk menghindari penumpukan penumpang.

Sedangkan untuk pemesanan tiket KA mulai dijual H-7 keberangkatan. Pemesanan tiket bisa dipesan secara daring melalui aplikasi KAI Access, website kai.id, dan mitra resmi penjualan tiket lainnya.
 
"Sementara itu untuk penjualan tiket di loket stasiun hanya melayani tiket go show atau dilayani tiga jam sebelum jadwal keberangkatan KA," jelasnya.
 
Pihaknya mengimbau kepada para penumpang yang bepergian wajib mengikuti protokol kesehatan. Yakni menggunakan masker, suhu tubuh tidak melebihi 37,3 derajat, menggunakan baju lengan panjang/jaket, face shield, dan jaga jarak.

"Jika masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan sesuai prosedur yang diterapkan maka tidak bisa berangkat. Kami mengimbau kepada penumpang untuk datang datang ke stasiun lebih awal minimal 60 menit sebelum keberangkatan," tukasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar