#Kesehhatan#KoronaVirusOpeasiPasar#Komoditas

Operasi Pasar Gula Pasir di Pasar Kangkung Ditunda

( kata)
Operasi Pasar Gula Pasir di Pasar Kangkung Ditunda
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Satria Alam

Bandar Lampung (Lampost.co) — Operasi Pasar gula pasir pada hari ini, Selasa, 24 Maret 2020, ditunda. Rencananya operasi pasar akan digelar di Pasar Kangung, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Satria Alam, mengatakan pihaknya tengah mendiskusikan teknis penyaluran bersama gubernur, kapolda dan pihak terkait. Hal ini terkait imbauan pemerintah untuk tidak mengumpulkan masyarakat banyak di tengah wabah korona.

"Pemerintah Pusat menginstruksikan untuk menghindari kontak langsung masyarakat atau kerumunan. Dengan demikian terkait kegiatan ini kami tengah mencari solusi untuk teknis penyaluran ke warga," katanya kepada Lampost.co, Selasa, 25 Maret 2020.

Ia mengtakan berbagai pihak penyelenggara opersi pasar diantaranya Disperindag, PTPN VII, SGC dan Sungai Budi akan turun ke psa. Namun, karena ada pembatasan untuk mengumpulkan massa maka agenda penyaluran di lapangan terpaksa di tunda sesuai anjuran pusat.

Menurutnya penundaan itu belum diketahui secara pasti sampai dengan batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Hal ini sampai dengan adanya arahan dari pemerintah, baik itu provinsi maupun pusat.

Ia menambahkan pada operasi pasar sebelumnya, gula pasir dijual kepada masyarakat dengan rincian; beras premium kemasan lima kilogram dijual dengan harga Rp54 ribu, beras kemasan polos 10 per kilogram Rp100 ribu, beras medium kemasan polos lima kilogram Rp45 ribu.

Kemudian, Tepung Kita Rp9.000 per kilogram, minyak goreng Rp12 ribu per liter, dan gula pasir dengan harga Rp12.500 per kilogram. Pembelian semua komoditas tersebut dibatasi maksimal dua kilogram per orang.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...

Berita Terkait

Komentar