#Terorisme#Lampung

One Care Bantah Danai Teroris

One Care Bantah Danai Teroris
Ilustrasi. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) Mabes Polri mengungkap tiga sumber pembiayaan terorisme, khususnya kelompok Jamaah Islamiah (JI).

Pertama, kotal amal yang disebar, khususnya diduga melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) Abdurahman bin Auf (ABA). Kedua, diduga melalui Yayasan Onecare. Dan ketiga, melalui anggota JI di seluruh Indonesia yang sudah bekerja. Mereka menyisihkan lima persen penghasilannya untuk disetor ke JI pusat. Pendanaan ini juga digunakan untuk Zulkarnaen dan Taufiq Ulaga.

Yayasan One Care membantah tuduhan itu. Mereka menyayangkan Mabes Polri telah mengeluarkan pernyataan sepihak yang berdampak pada kebingungan para donatur Yayasan One Care.

"Tuduhan itu tidak benar, justru mengganggu stabilitas kami yang juga sedang concern penanganan Covid-19 di cabang-cabang," ujar Direktur Program Yayasan One Care Angga Surya, kepada Lampost.co, Minggu, 20 Desember 2020.

Yayasan One Care memiliki cabang di Bandar Lampung dan sudah berdiri sejak 2018. Pendanaan bisa dilakukan dengan donasi ke pusat atau ke cabang. Donasi yang dikirimkan dari cabang ke pusat disalurkan kembali ke cabang lewat program yang disusun Yayasan One Care.

"Kami juga di Lampung ada kegiatan sosial. Kami fokus penanganan Covid-19.  Waktu tsunami di Kalianda dulu, kami juga bergerak, kami juga  fokus mendukung program deradikalisasi dan menolak radikalisme," kata Angga.

One Care juga mengirimkan pernyataan resmi kepada Lampost.co. Berikut adalah tanggapan Lembaga Kemanusiaan One Care terkait dengan pemberitaan pada sejumlah portal berita yang menyebutkan nama OC (One Care) terlibat dengan kelompok organisasi terlarang JI atau mendukung kegiatan terorisme dan radikalisme.

1. Jika dikaitkan dengan Lembaga Kemanusiaan One Care yang kami pimpin, maka Isi berita tersebut adalah tidak benar dan merugikan Lembaga Kemanusiaan One Care di tengah upaya Lembaga Kemanusiaan One Care dalam bekerja keras dan memperluas partisipasi aktif masyarakat dalam menangani dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19.

2. Lembaga Kemanusiaan One Care bersifat independen, hanya menyalurkan bantuan untuk kegiatan sosial kemanusiaan dan tidak pernah sekalipun menyalurkan atau mengalokasikan bantuan untuk pihak tertentu baik institusi maupun individu yang berafiliasi pada golongan atau kepentingan tertentu yang diketahui melawan hukum, terlebih lagi untuk pendanaan kegiatan terorisme dan radikalisme

3. Lembaga Kemanusiaan One Care bersifat terbuka bagi siapa pun dari kalangan dan latar belakang mana pun. Jika di kemudian hari ditemukan ada personal ataupun relawan Lembaga Kemanusiaan One Care yang terafiliasi pada kelompok tertentu, maka hal itu adalah sikap pribadi dan tidak dapat dihubungkan dengan Lembaga Kemanusiaan One Care. Dan segala permasalahan yang terkait dengan personil tersebut menjadi tanggung jawab pribadi dan bukan tanggung jawab Lembaga Kemanusiaan One Care.

4. Dalam menjalankan fungsi kelembagaannya, Lembaga Kemanusiaan One Care senantiasa menjaga profesionalitas dan tertib administrasi agar setiap donasi yang diterima tercatat dan terpusatkan pada rekening resmi demi terjaganya amanah dan transparansi penggunaan donasi.

5. Bahwa bantuan-bantuan kepada mitra penerima yang telah dijalankan oleh petugas di lapangan, hal tersebut sudah dijalankan sesuai prosedur dengan mengacu pada program- program yang telah digulirkan. Dan semuanya sudah tercatat dan terlaporkan.

6. Adapun jika ditemukan penyalahgunaan bantuan oleh individu maupun lembaga recipient maka Lembaga Kemanusiaan One Care berlepas diri dari penyalahgunaan tersebut dan mempersilahkan pihak yang berwenang untuk menjalankan tugas sesuai prosedur hukum.

7. Bahwa Lembaga Kemanusiaan One Care senantiasa berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam upaya pemberantasan terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Sementara itu Polda Lampung mengaku masih mengumpulkan bahan dan keterangan, serta pemetaan terhadap Yayasan One Care, termasuk cabang yang ada di Lampung. 

"Apapun yang dipaparkan mabes, ditindaklanjuti," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, Minggu 20 desember 2020.

Pulbaket dilakukan dan disampaikan ke Densus 88 Antiteror Mabes polri untuk diselidiki.

"Proses sidik-lidik di Densus 88. Kami sifatnya pulbaket," katanya.

Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung Firsada mengatakan pengawasan Yayasan One Care  ada pada Dinas Sosial. Sedangkan perizinan/legalitas ada di Kemenkumham.

"Bukan kewenangan Kesbang, tapi kita juga monitor melalui kepolisian," paparnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait