#perikanan#pancaroba

Omzet Pedagang Ikan Asin Anjlok Terimbas Pancaroba

Omzet Pedagang Ikan Asin Anjlok Terimbas Pancaroba
Salah satu pengrajin ikan asin yang tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Usaha Bahari di Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Para pedagang dan pengrajin ikan asin yang tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Usaha Bahari di Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung mengeluh atas anjoknya pendapatan beberapa waktu belakangan. 

Ketua Poklahsar Usaha Bahari, Toto Heriyanto menyebut penurun omzet akibat adanya perubahan cuaca.  

"Produksinya berkurang, sebab hasil tangkap nelayan juga berkurang. Otomatis pembeli juga menurun sekitar 20 persen," ujarnya, Jumat, 6 Agustus 2021. 

Baca: Cuaca Ekstrem Masih Ancam Lampung Tiga Hari ke Depan

 

Dia menjelaskan,  waktu yang tepat untuk menangkap ikan adalah saat musim angin timur. Menurut para nelayan, potensi hasil tangkapan di musim itu akan lebih banyak ketimbang musim angin lainnya.  

"Cuaca pancaroba ini kadang angin barat, kadang angin timur. Saat angin timur teduh itulah sebetulnya surganya nelayan saat menangkap ikan. Kalau angin selatan dan barat itu gelombang tinggi arus tinggi," kata dia. 

Toto memaparkan, pendistribusian ikan asin Lampung banyak meyasar ke luar provinsi, sepertu Jakarta, Medan, Karawang, Cianjur dan Kalibaru. 

"Tetapi harga masih stabil. Teri nasi masih Rp100 sampai Rp110 ribu per kilogram, teri bunyo Rp75 ribu/kg, teri jengki 50 ribu/kg, cumi baby Rp120 ribu/kg, cumi biasa Rp100 ribu/kg. Saat normal kami bisa menjual sampai 500 kg. Sekarang cuma 100 kg," katanya.  

Pihaknya berharap hasil tangkapan nelayan kembali meningkat sehingga harga pun juga akan ikut lebih stabil sesuai dengan permintaan.  

"Kami berharap cuaca selepas pertengahan Agustus nanti situasi pancaroba hilang dan harga bisa stabil," harapnya.  

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait