#pasar#pedagang

Omzet Pedagang di Lampung Selama PPKM Anjlok hingga 90%

Omzet Pedagang di Lampung Selama PPKM Anjlok hingga 90%
Suasana pertokoan di Pasar Tengah Bandar Lampung tampak lengang, Minggu, 22 Agustus 2021. Lampost.co/Zainuddin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kebikajan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disebut menurunkan omzet pedagang hingga 90%.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI) Provinsi Lampung, Herman Malano mengatakan pembatasan mobilitas warga membuat orang enggan untuk berbelanja ke pasar. 

"Pendapatan bisa turun dari 80 sampai 90 persen," katanya kepada Lampost.co, Minggu, 22 Agustus 2021.

Baca: Pedagang Sebut Penyekatan Kawat Berduri di Bandar Lampung Bikin Omzet Anjlok

 

Meskipun begitu, kata dia, pedagang masih menaati aturan dan kebijakan yang diperlakukan pemerintah. 

"Tetapi, pasar ini muara industri rumahan, hasil bumi petani, atau nelayan yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan tenaga kerja, jadi harapannya aturan bisa dirancang lebih bijak agar  masyarakat bisa tetap beraktivitas," katanya.

Ketua Asosiasi Pedagang Bambu Kuning Trade Center (PPBTC) Bandar Lampung, Arnita Tanjung menyebut omzet para pedagang di pasar tersebut juga merosot lebih dari 75%. Untuk mensiasatinya, ia mengajak para pedagang untuk berikhtiar menjual dagangannya secara online.

"Berjualan pun harus tetap dengan protokol kesehatan (Prokes)," katanya. 

Ia menjelaskan, jumlah kios di Pasar Bambu Kuning sebelum pandemi covid-19 sebanyak 600-700 unit. Akan tetapi, kini hanya 25% saja kios yang buka.

"Alasan pedagang menutup kiosnya karena enggak sanggup terbebani biaya operasional harian dan membayar gaji karyawan," jelas dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait