#beritalampung#beritalampungterkini#pedagangaksesori#omzetturun#penjualan

Omzet Pedagang Aksesori Turun 50—70% Sejak Harga BBM Naik

Omzet Pedagang Aksesori Turun 50—70% Sejak Harga BBM Naik
Pedagang aksesori di Pasar Bawah Ramayana, Bandar Lmapung, sedang menunggu pembeli, Senin, 28 November 2022. Lampost.co/ Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kenaikan harga BBM beberapa bulan lalu memberi imbas bagi pedagang aksesoris. Omzet penjualan pedagang yang berjualan di Pasar Bawah Ramayana tersebut menurun drastis 50—70 persen.

Rahmat Hidayat, salah satu pedagang di Pasar Bawah Ramayana, mengatakan sekarang penjualan aksesoris turun drastis. Semenjak kenaikan harga BBM penurunan mencapai 70 persen.

"Biasanya pada Selasa sampai Jumat itu subuh-subuh sudah pada datang buat cari barang. Sekarang ini sudah kami bongkar dan susun, pembeli belum juga datang. Iya paling dari jam satu ada dua sampai tiga pembeli. Biasanya Minggu tidak tutup, sekarang tutup," ujarnya, Senin, 28 November 2022.

Baca juga: UMK Bandar Lampung Ditetapkan 7 Desember 

Penjualan setelah Lebaran lalu sempat naik karena sekolah tahun ajaran baru sehingga banyak yang beli jepit rambut untuk anak TK, tas, dan yang lainnya. Namun, sejak kenaikan harga BBM, penjulan mulai turun.

Akibat, sepinya pembeli, membuat dia tidak lagi mempekerjakan karyawan karena tidak sanggup untuk menggaji. "Sekarang untuk bertahan saja sudah alhamdulillah," katanya.

Hal senada juga dikatakan Heri, pedagang aksesori lainnya, yang mengaku sekarang penjualan menurun hingga 50 persen dari biasanya. Penjualan sempat naik setelah pandemi mulai mereda, tapi sejak kenaikan harga BBM mulai terasa omzet penjualan turun.

“Iya yang biasanya belanja seminggu sekali, sekarang 15 hari sampai sebulan sekali baru. Kalah dengan jualan online yang hanya menunggu di rumah barang datang dan bisa bayar di tempat juga," ujarnya.

Dia menjelaskan pembeli biasanya belanja bisa sampai Rp2 juta, tapi sekarang paling hanya Rp500 ribu. “Tapi alhamdulillah selagi kita buka ada saja yang beli walaupun tidak seperti dulu. Sekarang bisa bertahan dan bisa makan untuk keluarga sehari-hari juga sudah alhamdulillah, syukur kalau ada lebih buat tabungan," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait