#sabu#narkoba#narkotika#oknumpolisi

Oknum Polisi Bayar Utang Pakai Sabu Dituntut 1,3 Tahun

( kata)
Oknum Polisi Bayar Utang Pakai Sabu Dituntut 1,3 Tahun
Sidang tuntutan terhadap oknum polisi Polda Lampung dan pengusaha di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- NM (37), anggota Polda Lampung, warga Jalan Krakatau Raya, Sukabumi, dan LK (43), pengusaha, warga Jalan Nusa Indah Enggal, menjalani sidang tuntutan perkara dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis, 24 September 2020. Dalam Sidang tuntutan dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Aslan Ainin itu NM dituntut 15 bukan penjara, sedangkan LK enam tahun.

Jaksa Desiyana dalam tuntutannya menyatakan terdakwa LK tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I berupa 70 butir pil ekstaci dan satu plastik sabu-sabu (telah dilakukan penyisihan guna pemeriksaan secara laboratorium).

Perbuatan tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 dan perbuatan tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal  127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Leo Koswar alias Alex dengan pidana penjara 6 tahun serta denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara," kata Jaksa.

Sementara untuk terdakwa Nurmukmin, perbuatan tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal  127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Menjatuhkan pidana penjara oleh karena itu terhadap Nurmukmin alias Boy dengan pidana penjara satu tahun dan tiga bulan penjara," ujarnya.

Berita terkait: Oknum Polisi Bayar Utang dengan Sabu

Sebelumnya, dalam persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa, Hakim Ketua mempertanyakan apakah pekerjaan dari MN masih berstatus polisi, "Pekerjaan Anda masih polisi?" kata Aslan Ainin.

Terdakwa pun menjawab, "Masih anggota kepolisian."

Hakim kembali menanyakan bertugas di kepolisan bagian apa, "Dibagian apa?" 

"Provost," kata MN.

Aslan pun menanyakan apakah terdakwa MN memiliki utang kepada LK yang diakui MN.

"Ada sesuatu yang saudara berikan kepada LK?" kata Aslan.

"Tidak ada yang mulia," ujar MN.

Mendapat jawaban terdakwa, hakim kembali menanyakan saksi Susanti mengatakan MN menyerahkan sesuatu kepada LK.

"Tidak ada," kata MN.

"Itu saksi yang bilang, silakan Anda ingkar karena Anda polisi," kata Aslan.

Terdakwa LK saat memberi keterangan di hadapan Majelis Hakim menyebutkan MN menyerahkan sabu tersebut di indekosan saksi SN (perempuan) di Tanjunggading Tanjungkarang Timur.

"Dikasih di indekosan SN di kamar mandi, saya berdua masuk ke kamar mandi," kata LK.

Sementara, kata LK, di luar kamar mandi terdapat empat orang lainnya, di antaranya T, SN, dan teman wanita T.

"Jadi di indekosan SN ada 6 orang," ujar LK.

LK mengakui setelah itu dari 10 gram sabu yang diberikan, 3 gram digunakan untuk pesta narkoba. "Ada 7 gram sisanya," katanya.

LK juga mengaku sudah cukup lama mengenal terdakwa MN yang bekerja sebagai anggota polisi.

"Ada tidak terdakwa MN pinjam uang?" kata Aslan kepada LK.

"Ada pinjam Rp150 juta, baru dibalikin Rp1 juta, katanya lagi susah, ada Covid jadi ngangsur," kata LK.

"Atau dibayar dengan memberikan barang?" ujar Hakim Aslan.

"Dikasih sabu satu kantong berat 10 gram lebih, nilainya Rp9 juta," kata LK.

Hakim kembali menanyakan ada tidak kalimatnya menyerahkan sabu untuk bayar utang. "Iya katanya, kau potong saja. Maksudnya potong dari utang jadi enggak setor lagi," kata LK.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...


Berita Terkait



Komentar