#penganiayaan#beritalampung

Polisi Aniaya Guru Ngaji Pakai Pistol

Polisi Aniaya Guru Ngaji Pakai Pistol
Ahmad Risqi Arif (31), korban penganiayaan yang dilakukan oknum polisi. Lampost.co/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang guru ngaji menjadi korban penganiayaan oknum polisi, saat hendak membeli kuota yang tak jauh dari kediamannya, pada Sabtu 13 Februari 2021 kemarin. 

Korban Ahmad Risqi Arif (31) warga Jalan Warsito, Gang Rajabasa, Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandar Lampung, mengalami luka lebam di bagian wajah dan kepala, akibat dihantam pistol milik aparat tersebut.

Ahmad Risqi Arif, menceritakan penganiayaan bermula saat dia hendak membeli kuota di konter di Jalan Wasito. Kemudian datang seorang polisi yang langsung membekap lehernya menggunakan tangan.

"Saya habis bersih-bersih musala bersama murid-murid. Lalu pergi ke konter mau beli kuota, waktu saya sedang duduk di konter, tiba-tiba ada polisi membekap leher dari belakang," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Senin 15 Februari 2021.

Rizqi mengungkapkan sambil dibekap, oknum polisi itu juga memukul wajahnya lebih dari dua kali dan membawanya ke pangkas rambut yang tak jauh dari konter. 

"Di dalam pangkas rambut itu saya dipukulin lagi. Bahkan kepala saya dipukul pakai pistol satu kali," terangnya. 

Tindakan oknum tersebut dengan menuduh korban sebagai jambret yang merampas telpon genggam milik anak polisi tersebut. Sebab, ponsel korban yang menyerupai milik anak polisi itu.

"Sebulan lalu anaknya pelaku ini kejambretan. HP nya sama kaya punya saya, padahal beda, hanya warnanya saja sama-sama biru," jelasnya. 

Usai menjadi korban penganiayaan, lanjutnya, ia diantarkan keluarga untuk melakukan visum ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung. "Saya juga laporan ke Polda Lampung. Saya dan keluarga nggak terima atas kejadian ini," paparnya. 

Sementara itu, dua saksi yakni pegawai konter dan pemilik pangkas rambut melihat langsung penganiayaan yang dialami korban. "Saya lihat dia (korban) dibekap dan dibawa ke pangkas rambut," ujar Via, pegawai konter. 

Disisi lain, Indra, pemilik pangkas rambut mengira korban dan pelaku sedang bercanda. Sehingga dirinya tetap duduk sambil menonton televisi. "Dia (pelaku) datang mendorong pintu sambil membekap leher korban. Saya kira bercanda, tiba-tiba oknum polisi ini mengeluarkan pistol dari tasnya, saya juga lihat korban kepalanya dipukul pakai pistol," tandasnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait