#korupsi#petani

Oknum Mantan Ketua Gapoktan Palas Diduga Potong Dana AUTP

Oknum Mantan Ketua Gapoktan Palas Diduga Potong Dana AUTP
Ilustrasi. Google Images


Kalianda (Lampost.co) -- Oknum mantan Ketua Gapoktan Bakti Mandiri Desa Bumiasih, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, SLM dikabarkan telah mengembalikan dana klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk 16 petani di desa setempat, yang sebelumnya diduga ditilap. Namun, petani setempat menerima dana klaim tersebut tidak seutuhnya atau diduga dipotong.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, setiap petani yang mengusulkan klaim AUTP akibat gagal panen akan mendapatkan klaim dari PT Jasindo sebesar Rp6 juta per hektare. Pada kenyataannya, petani di Desa Bumiasih hanya menerima Rp4 juta per hektare.

Seperti yang diungkapkan, salah satu petani desa setempat, Piyan. Dia mengaku tanaman padi milik Kakaknya, Yasir yang alami gagal panen hanya menerima dana klaim sebesar Rp4 juta. Padahal, lahan tanaman padi yang diusulkan klaim AUTP seluas satu hektare.

"Punya kakak saya namanya Yasir hanya menerima sebesar Rp4 juta untuk luasan satu hektare. Enggak tau sisanya digunakan buat apa. Yang jelas kemarin saya yang mewakili kakak saya hanya menerima segitu," kata dia, Senin 5 April 2021.

Hal senada diungkapkan, Tasir, petani lainnya yang menerima klaim AUTP. Dia membenarkan bila dirinya menerima dana klaim AUTP sebesar Rp4 juta per hektare. Dana itu dibayar oleh oknum Mantan Ketua Gapoktan sebanyak dua kali pembayaran.

"Semua petani hanya menerima Rp4 juta setiap luasan satu hektare. Katanya sudah kesepakatan, tapi enggak tau kesepakatan dalam hal apa. Bahkan, kesepakatan itu tidak dijelaskan kegunaannya untuk apa," kata dia.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) UPTD Pertanian Kecamatan Palas, Atik Mulyati menyatakan luas lahan tanaman yang diusulkan ke PT Jasindo seluas 18,5 hektare. Artinya, jika setiap luasa satu hektare mendapatkan klaim sebesar Rp6 juta, maka total keseluruhan dana klaim mencapai Rp111 juta.

"Tapi, PT Jasindo mentransfer uang ke Gapoktan hanya sebesar Rp101 juta. Mungkin ini karena menyesuaikan luas lahan tanaman padi yang ada," kata dia.

Menurut Atik, dana Klaim AUTP tersebut dikirim langsung dari PT Jasindo ke petani melalui rekening kelompok tani milik Mantan Ketua Gapoktan, SLM. "Setelah ada informasi pencairan, saya informasikan ke petani bahwa AUTP sudah cair. Tapi, pada waktu itu petani belum menerima," kata dia.

Hingga saat ini, SLM belum bisa dikonfirmasi dan ditemui. Sebab, dihubungi melalui sambungan telepon pribadinya dalam keadaan tidak aktif. Bahkan, dikonfirmasi langsung di kediamannya SLM selalu tidak ada. 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait