#Pemerasan

Oknum Guru SMA Gajah Mada Diduga Peras Uang Murid untuk Pengganti Remedial

Oknum Guru SMA Gajah Mada Diduga Peras Uang Murid untuk Pengganti Remedial
Tangkapan layar pesan oknum guru SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah murid di SMA Gajah Mada, Bandar Lampung mengeluhkan adanya oknum guru yang diduga memeras murid dengan mewajibkan bayar uang nontunai sebesar Rp50 ribu. Uang tersebut didalih sebagai pengganti nilai pelajaran yang kecil (remedial).

Seorang murid yang tidak mau disebutkan namanya menceritakan pemerasan bermula saat dia menghubungi guru sosiologi dan menanyakan tugas pengganti yang bisa dijadikan sebagai nilai tambahan. 

Tak disangka, sang guru memerintahkan melakukan remedial dengan membayar uang cashless.

"Kamu tidak ada lagi di classroom karena saya kick (keluarkan). Lakukan remedial sosiologi dengan cara bayar Rp50 ribu ke Gopay baru bisa masuk classroom," bunyi pesan guru tersebut. 

Beberapa murid menanyakan peruntukan uang tersebut. Namun sang guru menjawab untuk memberikan hadiah.

"Saya juga enggak tahu mbak untuk hadiah apa, enggak dijelasin sama guru saya itu," kata anak tersebut, Selasa, 5 Januari 2021. 

Sejumlah orang tua merasa keberatan atas tindakan guru tersebut. Mereka merasa sudah sangat terbebani dengan adanya iuran bulanan yang kian terasa berat di masa pandemi.

"Saya mau bayaran SPP saja sampai harus mengutang sama tetangga. Karena kalau enggak bayar katanya tidak boleh terima rapor. Lah, ini dimintain uang Rp50 ribu enggak jelas untuk apa," kata seorang wali murid. 

Baca: Pihak Sekolah akan Panggil Oknum Guru Terduga Pemerasan Murid di SMA Gajah Mada

 

Sejumlah murid ingin melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah, namun justru takut berbalik mendapatkan teguran.  

"Kami ingin laporin ini, tapi kami takut kalau nanti dihukum atau dikira cari masalah," ujar anak tersebut.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait