#penipuan#asn

Oknum ASN Metro segera Ditetapkan Tersangka SK Bodong

Oknum ASN Metro segera Ditetapkan Tersangka SK Bodong
Kasat Reskrim Polres Metro, AKP Andri Gustami saat ditemui di ruangannya. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Polres Metro segera menetapkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial RS sebagai tersangka kasus SK bodong. RS merupakan ASN di Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro. Dia merupakan perantara dan telah menerima uang sebesar Rp192.500.000. 

Kasat Reskrim Polres Metro, AKP Andri Gustami mengatakan, pihaknya telah menerbitkan laporan terkait undang-undang tindak pidana korupsi (Tipikor) yang menjurus pada gratifikasi.

"Kami akan melengkapi pemeriksaan saksi sebanyak 24 orang yang dijanjikan untuk masuk sebagai tenaga kontrak oleh RS," kata dia, Minggu, 26 September 2021. 

Baca: Polisi Gali Keterangan 24 Korban SK Honorer Bodong di Metro

 

Dia menjelaskan, pihaknya juga akan memeriksa para sindikat yang diduga terlibat. Mulai dari oknum honorer, hingga oknum ASN di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro.

"Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi DS dan CA di perkara RS ini," ujarnya.

Dia menambahkan, perkara tipu-tipu SK palsu oleh calon tersangka RS kini telah memasuki tahap penyidikan. 

"Kami tinggal melengkapi proses penyidikan dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi," tambahnya.

Selain pengakuan, polisi juga mendapati barang bukti baru dari RS berupa kwitansi pembayaran senilai puluhan juta rupiah dari para korban. 

"Barang bukti yang kami amankan dari RS, di atnaranya adalah kwitansi dengan nilai Rp10 juta sampai Rp30 juta per orang. Selanjutnya kami akan melakukan gelar perkara lalu menaikan status RS ini menjadi tersangka," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, RS (42) merupakan warga Jl. Loba-lobi RT 28 RW 10 Kel. Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat. Dia dilaporkan ke Polisi pada Kamis, 9 September 2021 sekira pukul 14.00 WIB. Kepada polisi, RS mengaku telah menerima uang dari tersangka DS senilai Rp192.500.000. Uang tersebut merupakan fee atas keberhasilannya meyakinkan 24 orang yang menjadi korban tenaga kontrak abal-abal alias palsu di lingkungan Pemerintah Kota Metro.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait