#Ekonomi#Pinjol#OJK

OJK Sebut Ada Satu Perusahan Pinjol Resmi di Lampung

OJK Sebut Ada Satu Perusahan Pinjol Resmi di Lampung
Otoritas Jasa Keuangan. (Foto:Dok)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Geliat bisnis Fintech Lending/Peer-to-Peer Lending/Pinjaman Online (pinjol) saat ini mulai ramai dan memiliki pasar tersendiri di masyarakat. Bahkan di Lampung, ada kurang lebih 4 ribuan orang menjadi borrower atau penerima pinjaman yang memanfaatkan pinjaman online ini.

Seperti diketahui pinjaman online merupakan penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman/lender dengan penerima pinjaman/borrower dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik. Fintech lending juga disebut sebagai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi (LPMUBTi). 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Bambang Hermanto mengatakan  sampai 11 Oktober 2021, total jumlah penyelenggara fintech peer-to-peer lending atau fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK secara nasional adalah sebanyak 106 penyelenggara dengan rincian 98 berizin dan 8 terdaftar. Sementara untuk Fintech P2P Lending yang berkantor pusat di Lampung terdapat 1 Fintech yaitu PT. Lampung Berkah Finansial Teknologi atau lebih dikenal Lahan Sikam.

"Saat ini cyber patrol yang dilakukan bekerja sama dengan Bareskrim Polri, Kemenkominfo, serta AFPI terus dilakukan untuk mendeteksi dan memberantas perusahaan pinjol iegal. Selama periode 2018 - 2021, sudah ada 3.365 entitas fintech lending yang dihentikan oleh OJK," katanya. 

Sementara Direktur Lahan Sikam, salah satu perusahaan pinjaman online resmi di Lampung, Ade Sumaryadi, menceritakan untuk membangun sebuah kepercayaan terhadap masyarakat bukanlah hal mudah, apalagi bagi perusahaan StartUp yang lahir dan tumbuh di daerah. Lahan Sikam mencoba menjawab tantangan membangun ekonomi dengan pendekatan melalui teknologi. 

Lahan Sikam memperoleh status terdaftar dan diawasi oleh OJK pada 20 Desember 2018. Kemudian pada 6 September 2021, Lahan Sikam telah resmi memperoleh izin penuh dari OJK. Hal tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK dengan No.KEP-79/D.05/2021 tentang pemberian izin usaha perusahaan penyelenggara pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.

"Untuk borrower di Lampung ada sekitar 4 ribu orang di Lahan Sikam. Pinjaman rata-ratanya dalam sebulan bisa mencapai Rp6 miliar," kata Ade Sumaryadi kepada Lampost, Minggu, 17 Oktober 2021.

Ia mengatakan pihaknya bermain untuk pembiayaan produktif dengan target market seperti para pedagang, pelaku usaha dibidang pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai modal kerja/usaha. Bukan menyasar untuk pembiayaan kunsumtif seperti meminjam uang untuk membiayai kebutuhan berdasarkan keinginan semata. Biasanya pinjol ilegal  bermain di pembiayaan konsumtif ini dan pinjamannya pun kecil kisaran Rp1 juta sampai Rp3 juta.

"Kita bermain di platform pinjaman Rp100 juta sampai Rp300 juta untuk usaha. Seperti pengepul jagung, meminjam Rp600 juta dengan jangka waktu 2-3 bulan di kita," katanya.

Ia berpendapat, potensi pinjaman online di Lampung kedepannya akan ramai. Apalagi saat ini minat masyarakat tinggi, sektor pertanian, perkebunan dan perikanan menjadi keunggulan Lampung. Masyarakat Lampung antusias untuk menjadi borrower, namun belum tentu pemberi pinjaman/lender tertarik berinvestasi.
 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait